Menu

Mode Gelap
Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah

News

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Protes Pemangkasan Dana Otsus: “Jika Dipotong, RAPPP Tak Akan Jalan!”

adminbadge-check


					Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Protes Pemangkasan Dana Otsus: “Jika Dipotong, RAPPP Tak Akan Jalan!” Perbesar

JAKARTA – Ketua Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua yang juga Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, melontarkan kritik keras dalam acara peluncuran Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP) 2025-2029 di Jakarta, Selasa (16/12/2024). Nawipa menegaskan bahwa segala rencana besar pemerintah pusat untuk Papua tidak akan membuahkan hasil jika Dana Otonomi Khusus (Otsus) terus dipangkas.

Di hadapan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Nawipa menyuarakan keresahan masyarakat Papua terkait ketimpangan perlakuan anggaran dibandingkan daerah otonomi khusus lainnya

Meki Nawipa secara gamblang membandingkan perlakuan pemerintah pusat terhadap Papua dan Aceh. Ia menyebutkan bahwa saat ini dana Otsus di Papua justru mengalami pengurangan, sementara Aceh mendapatkan perhatian yang lebih stabil secara anggaran.

“Aceh dapat sekian puluh triliun tambahan, sementara kita di Tanah Papua, dana Otsus justru dipangkas. Jangan sampai kesetiaan kami kepada NKRI justru dibalas dengan pengurangan hak-hak kami,” tegasnya. Menurutnya, Inpres Nomor 1 Tahun 2023 perlu segera direview karena dinilai menyulitkan daerah dalam mengelola anggaran untuk kepentingan rakyat.

Mantan pilot ini juga mengingatkan bahwa membangun Papua jauh lebih sulit dibandingkan daerah lain karena faktor geografis dan situasi keamanan yang dinamis (konflik).

“Kami di Papua Tengah memiliki enam kabupaten pegunungan yang rawan konflik. Segala operasional menggunakan pesawat dan helikopter. Biayanya mahal. Bagaimana pembangunan mau dipercepat kalau dananya dipotong?” lanjutnya.

Satu poin krusial yang ditegaskan Nawipa adalah mengenai darurat literasi di Papua. Mengutip riset dari Universitas Papua (UNIPA), ia menyebutkan Tanah Papua membutuhkan setidaknya Rp9,4 triliun dalam jangka waktu 10 tahun untuk memberantas buta huruf.

Ia membandingkan angka tersebut dengan kontribusi besar dari PT Freeport Indonesia. “Freeport sudah menyumbang pajak dan royalti sekitar 94 triliun rupiah. Kami tidak minta semua, kami hanya minta 10 persen saja, yaitu 9,4 triliun dialokasikan khusus untuk pendidikan. Dengan itu, masalah sekolah dan buta huruf di Papua selesai,” ujar Nawipa yang disambut tepuk tangan dari para hadirin.

Nawipa berharap peluncuran RAPPP 2025-2029 ini tidak hanya menjadi seremonial belaka. Ia meminta agar dokumen yang telah diserahkan oleh Bappenas kepada enam gubernur se-Tanah Papua benar-benar didukung oleh ketersediaan anggaran yang mumpuni.

“Apapun yang kita bicarakan hari ini, Rencana Aksi ini tidak akan berjalan kalau dana Otsus dipangkas. Kami ingin pondasi di daerah otonomi baru (DOB) ini diletakkan dengan kuat melalui dukungan anggaran yang jujur dan adil,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MIND ID dan PTFI Ajak Jurnalis Mimika Ungkap Cerita di Balik Kekayaan Mineral Papua

3 September 2026 - 14:47 WIB

IMG 20260903 WA0018

Serapan APBD Mimika Baru 37 Persen, Bupati Targetkan Capai 90 Persen Akhir Tahun

3 September 2026 - 14:37 WIB

IMG 20260903 WA0009

Diundang Tak Hadir, DPR Papua Tengah Tunda Rapat Bahas Aspirasi SIMAPITOWA dan Nifasi

3 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260903 WA0065

Polisi Temukan Mobil Rental yang Dipakai Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28

3 September 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260903 WA0037

Keluarga Tuntut Kepastian Sejumlah Perempuan Yang Dibawah Paksa dari Jila

3 September 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260903 WA0035
Trending di Headline