Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

News

Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia

adminbadge-check


					Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia Perbesar

JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai secara tegas menyatakan tekadnya untuk menjadikan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ambisi ini diungkapkan Pigai dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari HAM Sedunia Ke-77 di Jakarta, Rabu (10/12/2025) malam.

​Pigai menegaskan bahwa upaya ini merupakan langkah awal Indonesia untuk mengambil alih tongkat kepemimpinan di tingkat global.

Natalius Pigai menyebut bahwa Kementerian HAM telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Wakil Kepala Bappenas untuk secara serius memperjuangkan posisi Presiden Dewan HAM PBB.

​“Hari ini, Kementerian HAM dengan Kementerian Luar Negeri, dengan Wakil Kepala Bappenas telah mengambil posisi hari ini, kami akan rebut Presiden Dewan HAM PBB,” ujar Pigai, seperti dilaporkan dari dua sumber berita.

​Ia menambahkan bahwa langkah diplomasi konkret telah dilakukan, termasuk kunjungannya ke Kamboja dan Laos, serta kunjungan Wakil Menteri HAM Mugiyanto ke Australia untuk menyatakan keinginan Indonesia tersebut.

​Menurut Pigai, jabatan Presiden Dewan HAM PBB sangat penting karena akan memberikan Indonesia pengaruh untuk memprakarsai pembentukan kebijakan-kebijakan HAM yang dinilai krusial, namun saat ini belum diatur dalam konvensi internasional.

​“Kalau Presiden Dewan HAM PBB, tingkat kepemimpinannya ada di kita, banyak konvensi yang kita akan hasilkan,” jelasnya.

​Beberapa konvensi baru yang disorot Pigai dan ingin diprakarsai oleh Indonesia meliputi isu-isu krusial seperti:

  • ​HAM dan Korupsi
  • ​HAM dan Lingkungan
  • ​HAM dan Pemilihan Umum
  • ​HAM dan Pembangunan

​Pigai menjelaskan bahwa upaya memimpin Dewan HAM PBB adalah bagian dari peta jalan jangka panjang Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

​Dalam lima tahun ke depan, fokusnya adalah penguatan HAM melalui tiga aspek: pemulihan (recover) yang rusak, pemeliharaan (maintenance) yang bagus, dan pembangunan yang belum ada.

​“Jangan tunggu 2045 untuk memimpin dunia, hari ini kita mulai, tapi harus bangun peradaban,” tegas Pigai. Ia menekankan bahwa langkah ini harus diperkuat dengan pembangunan peradaban serta pengakuan terhadap tokoh-tokoh pejuang HAM agar Indonesia memiliki representasi yang layak di mata dunia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline