Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

News

Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia

adminbadge-check


					Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia Perbesar

JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai secara tegas menyatakan tekadnya untuk menjadikan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ambisi ini diungkapkan Pigai dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari HAM Sedunia Ke-77 di Jakarta, Rabu (10/12/2025) malam.

​Pigai menegaskan bahwa upaya ini merupakan langkah awal Indonesia untuk mengambil alih tongkat kepemimpinan di tingkat global.

Natalius Pigai menyebut bahwa Kementerian HAM telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Wakil Kepala Bappenas untuk secara serius memperjuangkan posisi Presiden Dewan HAM PBB.

​“Hari ini, Kementerian HAM dengan Kementerian Luar Negeri, dengan Wakil Kepala Bappenas telah mengambil posisi hari ini, kami akan rebut Presiden Dewan HAM PBB,” ujar Pigai, seperti dilaporkan dari dua sumber berita.

​Ia menambahkan bahwa langkah diplomasi konkret telah dilakukan, termasuk kunjungannya ke Kamboja dan Laos, serta kunjungan Wakil Menteri HAM Mugiyanto ke Australia untuk menyatakan keinginan Indonesia tersebut.

​Menurut Pigai, jabatan Presiden Dewan HAM PBB sangat penting karena akan memberikan Indonesia pengaruh untuk memprakarsai pembentukan kebijakan-kebijakan HAM yang dinilai krusial, namun saat ini belum diatur dalam konvensi internasional.

​“Kalau Presiden Dewan HAM PBB, tingkat kepemimpinannya ada di kita, banyak konvensi yang kita akan hasilkan,” jelasnya.

​Beberapa konvensi baru yang disorot Pigai dan ingin diprakarsai oleh Indonesia meliputi isu-isu krusial seperti:

  • ​HAM dan Korupsi
  • ​HAM dan Lingkungan
  • ​HAM dan Pemilihan Umum
  • ​HAM dan Pembangunan

​Pigai menjelaskan bahwa upaya memimpin Dewan HAM PBB adalah bagian dari peta jalan jangka panjang Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

​Dalam lima tahun ke depan, fokusnya adalah penguatan HAM melalui tiga aspek: pemulihan (recover) yang rusak, pemeliharaan (maintenance) yang bagus, dan pembangunan yang belum ada.

​“Jangan tunggu 2045 untuk memimpin dunia, hari ini kita mulai, tapi harus bangun peradaban,” tegas Pigai. Ia menekankan bahwa langkah ini harus diperkuat dengan pembangunan peradaban serta pengakuan terhadap tokoh-tokoh pejuang HAM agar Indonesia memiliki representasi yang layak di mata dunia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pokja PAUD Kabupaten Paniai Gelar Pembekalan TIM dan Fokus Materi Meningkatkan Kapasitas

22 April 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260422 WA0051

Silwanus Sumule: Propemperda 2026 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Papua Tengah 

22 April 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260422 WA0043

Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Papua Tuntas Diverifikasi

22 April 2026 - 11:37 WIB

IMG 20260422 WA0010

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

22 April 2026 - 11:30 WIB

IMG 20260421 WA0039

Pemkab Mimika Evaluasi Layanan Publik, Wabup Tekankan Kepercayaan Masyarakat

22 April 2026 - 11:26 WIB

IMG 20260422 WA0030
Trending di Headline