Menu

Mode Gelap
HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI

News

Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

adminbadge-check


					Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Perbesar

Jakarta – Indonesia dihadapkan pada krisis kemanusiaan yang mendalam. Bencana banjir dan longsor di lintas provinsi Sumatera dan Aceh telah menelan korban jiwa mencapai angka tragis lebih dari ribuan orang, sementara wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali mencuat di momentum HUT ke-61 Partai Golkar, Jumat (5/12/2025) malam.

Senator asal Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Agustinus R. Kambuaya, S.IP., S.H., secara lantang meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengabaikan wacana politik tersebut dan memfokuskan energi negara sepenuhnya pada penanganan krisis.

Senator Kambuaya memperingatkan bahwa munculnya wacana politik 2029 di tengah masa duka ini merupakan upaya yang berbahaya, berpotensi mengalihkan perhatian dari akar masalah bencana.

“Wajib kita bertanya, mengapa isu politis ini dihembuskan di saat bencana sedang melanda negara kita. Apakah ini kontra isu dari isu kehancuran hutan, alam ekologi, dan lubang tambang yang menganga?” tegas Senator Kambuaya saat diwawancarai. Minggu, (07/12/2025).

Ia menegaskan, setelah jatuhnya ratusan korban, Presiden harus menganggap wacana Pilkada DPRD sebagai pengalih isu yang tidak memiliki urgensi. “Bapak Presiden jangan dulu berfokus kepada politik,” pesannya.

Sati ini ribuan korban jiwa adalah bukti nyata bahwa kawasan penyangga telah rusak akibat eksploitasi yang merusak.

“Kerusakan ini semua adalah akibat dari kawasan penyangga yang rusak. Ini bukan hanya bencana alam, tapi tragedi akibat izin yang merusak,” ungkapnya.

Senator Agustinus R. Kambuaya menuntut agar Presiden segera menjadikan reformasi ekologi sebagai agenda utama. Menurutnya Presiden harus segera melakukan audit total dan pencabutan izin Tambang Ilegal dan Perkebunan tak beraturan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Umat Buddha Berbagai Negara Baca Tipitaka di Borobudur, Perdalam Pemahaman Dhamma

24 Juli 2026 - 13:57 WIB

IMG 20260724 WA0032

Dinkes Mimika Prioritaskan Pembangunan Puskesmas dan Rumah Dinas hingga Wilayah Pedalaman

24 Juli 2026 - 13:49 WIB

IMG 20260724 WA0040

Disbudpar Dogiyai dan KO’SAPA Siapkan Gerakan Taman Belajar Rakyat untuk Lestarikan Budaya Kampung

24 Juli 2026 - 13:46 WIB

IMG 20260724 WA0051

Pemprov Papua Tengah Tingkatkan Kompetensi ASN Melalui Sertifikasi PBJ Level 1 dan PPK Tipe C

24 Juli 2026 - 13:39 WIB

IMG 20260724 WA0046

Gubernur Papua Tengah Buka FGD Pendampingan Hukum bagi Masyarakat Miskin dan Kelompok Rentan

24 Juli 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260724 WA0044
Trending di Headline