Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Dewan Kesenian Papua Tengah Gelar Festival Seni & Pameran Noken Peringati Hari Noken 4 Desember 2025

Etty Welerbadge-check


					Dewan Kesenian Papua Tengah Gelar Festival Seni & Pameran Noken Peringati Hari Noken 4 Desember 2025 Perbesar

NABIRE – Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah menggelar Festival Seni dan Pameran Noken dalam rangka memperingati Hari Noken, 4 Desember 2025. Kegiatan yang menampilkan Live Song Noken dan Fashion Show tersebut berlangsung meriah di Bandar Udara Lama Nabire.

Img 20251204 wa0013

Ketua Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah, Nofit Nawipa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Noken menjadi momentum penting untuk merayakan kreativitas budaya asli Papua. Ia menegaskan bahwa noken bukan hanya benda kerajinan, melainkan identitas dan warisan budaya yang harus dirawat lintas generasi.

“Noken ini bagian dari kreativitas budaya orang Papua. Hari ini kita rayakan budaya dengan jatuhnya Hari Noken 4 Desember. Kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan karena bisa hadir merayakan acara ini,” ujar Nawipa.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan makna Tari Odiyai tarian khas wilayah Meepago yang sebelumnya ditampilkan dalam festival. Tarian tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat Papua Tengah, ditandai dengan simbol tujuh wilayah adat yang direpresentasikan melalui tujuh warna kostum penari. Di antara tujuh simbol itu, terdapat satu yang menjadi pusat, yakni burung Odiyai, yang dikenal sebagai “raja cendrawasih”.

“odiyai adalah burung raja yang hidup di gunung paling tinggi. Tarian Odiyai ini menggambarkan keagungan burung tersebut dan harus dipelajari oleh seluruh sanggar di Papua Tengah. Hari ini kita lakukan peluncuran pertama,” jelas Nawipa.

Img 20251204 wa0012

Selain tarian, festival juga menampilkan fashion show bertema Noken dan burung Odiyai, yang diproduksi oleh para perempuan muda Papua Tengah. Parade busana ini dirancang untuk mengangkat nilai budaya, kreativitas, serta peran perempuan dalam menjaga warisan leluhur.

Nawipa menyoroti pentingnya mengajak generasi muda kembali mempelajari budaya lokal.

“Anak muda sekarang banyak kehilangan budaya. Kita perlu mengumpulkan tua-tua adat untuk melatih dan membimbing karena bangsa tanpa budaya adalah bangsa yang akan punah.” ujarnya.

Img 20251204 wa0014

Acara ini turut dihadiri OPD Papua Tengah, para seniman, sanggar seni, serta masyarakat Nabire. Nofit Nawipa menutup sambutan dengan seruan adat yang menggema di seluruh area festival.

Festival Seni dan Pameran Noken 2025 menjadi momentum penting bagi Papua Tengah untuk menegaskan komitmen melestarikan budaya dan memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi penerus.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News