Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Ko’SaPa Apresiasi Pemkab Dogiyai Atas Penguatan Folklor dan Sastra Lisan Papua

Etty Welerbadge-check


					Ko’SaPa Apresiasi Pemkab Dogiyai Atas Penguatan Folklor dan Sastra Lisan Papua Perbesar

DOGIYAI – Komunitas Sastra Papua (Ko’SaPa) memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai atas berbagai program pelestarian budaya yang dinilai telah memperkuat folklor, sastra lisan, dan identitas budaya Papua, khususnya budaya suku Mee.

Ketua Umum komunitas Sastra Papua atau disingkat Ko’SaPa, Hengky Yeimo, menyampaikan langkah-langkah pemerintah daerah melalui Bupati, Wakil Bupati, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai merupakan terobosan penting dalam pemberdayaan komunitas budaya dan pelestarian tradisi.

Img 20251203 wa0156

Hal itu disampaikan Yeimo dalam keterangan tertulis kepada awak media pada Rabu, (3/12/2025).

Menurutnya, sejumlah kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Dogiyai menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya. Di antaranya:

* Sharing session bersama para humoris Meepago dan komika nasional Jhon Yewen (Mas Yewen) untuk memperdalam pemahaman tentang perbedaan antara MOP dan Stand Up Comedy.

* Lomba Musik Akustik yang melibatkan 79 kampung di Kabupaten Dogiyai.

* Pemberdayaan Komunitas Petani Anggrek serta penguatan komunitas budaya suku Mee.

* Rencana pembangunan Emaaowa di beberapa lokasi strategis di Dogiyai sebagai ruang budaya masyarakat Mee.

* Pemberdayaan pengusaha OAP Dogiyai yang melestarikan makanan lokal seperti bubuk jahe, kopi Moanemani, dan bubur ubi.

* Produksi film dokumenter bertema Dogiyai “Eropanya Papua”, petani noken anggrek, dan kopi Moanemani.

* Upaya proteksi tempat wisata, lokasi sakral, dan komunitas budaya sebagai bagian dari dokumentasi dan promosi wisata berbasis budaya.

Hengky menegaskan bahwa kerja-kerja budaya tersebut merupakan fondasi kuat untuk menjaga keberlanjutan identitas lokal di tengah perkembangan zaman.

“Semua upaya dan niat baik pemerintah ini sangat penting untuk pelestarian kebudayaan. Saya berharap pemerintah daerah di wilayah lain dapat melakukan hal serupa untuk melestarikan, mewariskan, dan mendokumentasikan kebudayaan Suku Mee dan Papua pada umumnya,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Dogiyai yang mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya tersebut.

“Saya yakin kebangkitan kebudayaan akan dimulai dari Dogiyai dan menyebar ke seluruh tanah Papua. Kami juga mengapresiasi kerja-kerja kebudayaan yang dilakukan NGO yang turut berkontribusi dalam penyelamatan budaya Papua,” tutupnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News