Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

News

TPNPB–OPM/West Papua Army di Nabire Peringati HUT ke-64 Kemerdekaan Papua Barat

adminbadge-check


					TPNPB–OPM/West Papua Army di Nabire Peringati HUT ke-64 Kemerdekaan Papua Barat Perbesar

NABIRE – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB–OPM) atau West Papua Army di Nabire, Papua Tengah, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 yang mereka sebut sebagai Hari Kemerdekaan Papua Barat pada 1 Desember 2025. Peringatan ini disebut sebagai momentum sejarah bagi perjalanan gerakan politik Papua Barat.

Dalam pernyataan yang diterima redaksi, TPNPB–OPM/West Papua Army menyampaikan bahwa perjuangan politik Papua Barat memiliki latar sejarah panjang yang merujuk pada 1 Desember 1961 sebagai hari penetapan simbol-simbol negara Papua Barat.

Simbol tersebut antara lain:

  • Nama negara: Republik West Papua
  • Bendera: Bintang Kejora
  • Lambang: Burung Mambruk
  • Lagu kebangsaan: Hai Tanahku Papua
  • Mata uang: Golden

Menurut kelompok tersebut, simbol dan manifesto 1961 merupakan bagian dari identitas yang dianggap tidak dapat dipisahkan dari sejarah Papua Barat.

Pembantu Sekretaris Jenderal West Papua Army, Sepnas Tenouye, dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya menolak pelabelan “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” oleh pemerintah Indonesia. Ia menyebut rakyat Papua Barat adalah pejuang dan penjaga tanah leluhur. Kelompok ini juga menilai bahwa negara tidak membawa keadilan ke Tanah Papua serta menuding adanya perampasan hak masyarakat adat dan kerusakan ruang hidup.

TPNPB–OPM/West Papua Army dalam pernyataannya menyerukan penghentian operasi keamanan di wilayah adat Papua dan menolak eksploitasi sumber daya alam di Tanah Papua.

Mereka juga memuat beberapa poin sikap, antara lain:

1. Menganggap ULMWP sebagai wadah politik resmi bangsa West Papua.
2. Mengakui struktur kepemimpinan ULMWP, yaitu Presiden Eksekutif Menase Tabuni, Wakil Presiden Eksekutif Oktavianus Mote, dan Sekretaris Jenderal Markus Haluk.
3. Menyatakan tujuan pembentukan ULMWP untuk menyatukan komponen perjuangan Papua Barat.
4. Menempatkan West Papua Army sebagai wadah pemersatu berbagai komando dan unsur militer seperti TPNPB–OPM, TRWP, dan TNPB.

Pernyataan tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh elemen perjuangan Papua Barat untuk tetap bersatu.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News