Menu

Mode Gelap
Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus

News

Dampak Longsor Tambang: Produksi Freeport Anjlok, Namun Pendapatan Tetap Melambung

adminbadge-check


					Dampak Longsor Tambang: Produksi Freeport Anjlok, Namun Pendapatan Tetap Melambung Perbesar

JAKARTA – Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, mengungkapkan dampak insiden longsoran tambang bawah tanah yang terjadi beberapa waktu lalu terhadap kinerja perusahaan pada tahun 2025. Meskipun volume produksi mengalami penurunan drastis, PTFI memproyeksikan pendapatan perusahaan dan kontribusi kepada negara justru akan melampaui target awal Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025.

​Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Tony menjelaskan bahwa insiden longsoran ini menyebabkan revisi besar pada target produksi.

​Tembaga: Proyeksi penjualan tembaga turun dari target RKAB 770 ribu ton menjadi sekitar 537 ribu ton (mencapai 70% dari target).

​Emas: Penjualan emas diproyeksikan anjlok hampir separuhnya, dari 67 ton menjadi hanya 33 ton hingga akhir tahun 2025.

​Meskipun produksi anjlok, PTFI memperkirakan pendapatan penjualan total tahun ini masih bisa mencapai US$ 8,5 miliar, hanya turun 18% dari target awal US$ 10,4 miliar. Hal ini terjadi berkat lonjakan harga komoditas global.

​Tony Wenas mencontohkan, harga emas yang diproyeksikan dalam RKAB 2025 adalah US$ 1.900 per ounce, namun harga saat ini mencapai sekitar US$ 3.400 per ounce.

​”Pendapatan dari emas diproyeksi naik hingga sekitar 80%, padahal produksinya berkurang hampir separuhnya,” kata Tony.

​Demikian pula untuk tembaga, pendapatan diproyeksikan naik 19% lebih tinggi dari rencana, meskipun volume produksinya hanya 70% dari target.

​Kenaikan harga komoditas juga berimbas positif pada penerimaan negara. PTFI memperkirakan kontribusi pendapatan negara dari Freeport akan mencapai US$ 4,1 miliar (sekitar Rp 70 triliun), melampaui target RKAB 2025 sebesar US$ 3,7 miliar.

​Faktor pendorong tingginya penerimaan negara ini tidak hanya dari harga komoditas yang tinggi, tetapi juga dari pembayaran cicilan pajak penghasilan badan atas kinerja perusahaan tahun 2024.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk

29 April 2026 - 14:35 WIB

IMG 20260429 WA0036

Kesiapan Capai 99 Persen, Musorkablub KONI Mimika Siap Digelar 1 Mei 2026 

29 April 2026 - 13:48 WIB

IMG 20260429 WA0185

Turun ke Jalan, Polisi Fokus Pengamanan Lalulintas Bagi Pelajar di Timika 

29 April 2026 - 13:40 WIB

IMG 20260429 WA0120

Kolaborasi Aparat Kepolisian dan Pemerintah Distrik Tembagapura Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kepada Korban Longsor 

29 April 2026 - 13:34 WIB

IMG 20260429 WA0118

Gubernur Papua Tengah Tekankan Penguatan Nasionalisme dalam Seminar Wawasan Kebangsaan di Nabire

29 April 2026 - 13:13 WIB

IMG 20260429 WA0112
Trending di Headline