Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Dampak Longsor Tambang: Produksi Freeport Anjlok, Namun Pendapatan Tetap Melambung

adminbadge-check


					Dampak Longsor Tambang: Produksi Freeport Anjlok, Namun Pendapatan Tetap Melambung Perbesar

JAKARTA – Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, mengungkapkan dampak insiden longsoran tambang bawah tanah yang terjadi beberapa waktu lalu terhadap kinerja perusahaan pada tahun 2025. Meskipun volume produksi mengalami penurunan drastis, PTFI memproyeksikan pendapatan perusahaan dan kontribusi kepada negara justru akan melampaui target awal Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025.

​Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Tony menjelaskan bahwa insiden longsoran ini menyebabkan revisi besar pada target produksi.

​Tembaga: Proyeksi penjualan tembaga turun dari target RKAB 770 ribu ton menjadi sekitar 537 ribu ton (mencapai 70% dari target).

​Emas: Penjualan emas diproyeksikan anjlok hampir separuhnya, dari 67 ton menjadi hanya 33 ton hingga akhir tahun 2025.

​Meskipun produksi anjlok, PTFI memperkirakan pendapatan penjualan total tahun ini masih bisa mencapai US$ 8,5 miliar, hanya turun 18% dari target awal US$ 10,4 miliar. Hal ini terjadi berkat lonjakan harga komoditas global.

​Tony Wenas mencontohkan, harga emas yang diproyeksikan dalam RKAB 2025 adalah US$ 1.900 per ounce, namun harga saat ini mencapai sekitar US$ 3.400 per ounce.

​”Pendapatan dari emas diproyeksi naik hingga sekitar 80%, padahal produksinya berkurang hampir separuhnya,” kata Tony.

​Demikian pula untuk tembaga, pendapatan diproyeksikan naik 19% lebih tinggi dari rencana, meskipun volume produksinya hanya 70% dari target.

​Kenaikan harga komoditas juga berimbas positif pada penerimaan negara. PTFI memperkirakan kontribusi pendapatan negara dari Freeport akan mencapai US$ 4,1 miliar (sekitar Rp 70 triliun), melampaui target RKAB 2025 sebesar US$ 3,7 miliar.

​Faktor pendorong tingginya penerimaan negara ini tidak hanya dari harga komoditas yang tinggi, tetapi juga dari pembayaran cicilan pajak penghasilan badan atas kinerja perusahaan tahun 2024.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat Senyum Pelanggan, Senyumku Juga di Timur Indonesia

4 September 2026 - 21:47 WIB

IMG 20260904 WA0146

Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031

4 September 2026 - 21:05 WIB

WhatsApp Image 2026 09 03 at 4.04.06 PM 1536x1023

Pemuda dan Masyarakat Adat SIMAPITOWA Cabut Papan Satgas PKH, Tanam Salib Merah dan Papan Adat di Siriwo-Dipa

4 September 2026 - 15:12 WIB

IMG 20260904 WA0056

Temu Alumni Binterbushi ke-5 Digelar di Timika, Jadi Ruang Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi bagi Papua

4 September 2026 - 15:08 WIB

20260904

Inspektur Deiyai Bagikan Pakaian Dinas dan Atribut kepada Seluruh Pegawai Inspektorat

4 September 2026 - 13:57 WIB

IMG 20260904 WA0046
Trending di Headline