Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

News

Dampak Longsor Tambang: Produksi Freeport Anjlok, Namun Pendapatan Tetap Melambung

adminbadge-check


					Dampak Longsor Tambang: Produksi Freeport Anjlok, Namun Pendapatan Tetap Melambung Perbesar

JAKARTA – Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, mengungkapkan dampak insiden longsoran tambang bawah tanah yang terjadi beberapa waktu lalu terhadap kinerja perusahaan pada tahun 2025. Meskipun volume produksi mengalami penurunan drastis, PTFI memproyeksikan pendapatan perusahaan dan kontribusi kepada negara justru akan melampaui target awal Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025.

​Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Tony menjelaskan bahwa insiden longsoran ini menyebabkan revisi besar pada target produksi.

​Tembaga: Proyeksi penjualan tembaga turun dari target RKAB 770 ribu ton menjadi sekitar 537 ribu ton (mencapai 70% dari target).

​Emas: Penjualan emas diproyeksikan anjlok hampir separuhnya, dari 67 ton menjadi hanya 33 ton hingga akhir tahun 2025.

​Meskipun produksi anjlok, PTFI memperkirakan pendapatan penjualan total tahun ini masih bisa mencapai US$ 8,5 miliar, hanya turun 18% dari target awal US$ 10,4 miliar. Hal ini terjadi berkat lonjakan harga komoditas global.

​Tony Wenas mencontohkan, harga emas yang diproyeksikan dalam RKAB 2025 adalah US$ 1.900 per ounce, namun harga saat ini mencapai sekitar US$ 3.400 per ounce.

​”Pendapatan dari emas diproyeksi naik hingga sekitar 80%, padahal produksinya berkurang hampir separuhnya,” kata Tony.

​Demikian pula untuk tembaga, pendapatan diproyeksikan naik 19% lebih tinggi dari rencana, meskipun volume produksinya hanya 70% dari target.

​Kenaikan harga komoditas juga berimbas positif pada penerimaan negara. PTFI memperkirakan kontribusi pendapatan negara dari Freeport akan mencapai US$ 4,1 miliar (sekitar Rp 70 triliun), melampaui target RKAB 2025 sebesar US$ 3,7 miliar.

​Faktor pendorong tingginya penerimaan negara ini tidak hanya dari harga komoditas yang tinggi, tetapi juga dari pembayaran cicilan pajak penghasilan badan atas kinerja perusahaan tahun 2024.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline