Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

News

Mulai 2026, Sekolah Dapat Ajukan Revitalisasi Gedung Secara Online Melalui Aplikasi Pemerintah

adminbadge-check


					Mulai 2026, Sekolah Dapat Ajukan Revitalisasi Gedung Secara Online Melalui Aplikasi Pemerintah Perbesar

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan terobosan baru untuk mempercepat perbaikan infrastruktur sekolah di seluruh Indonesia. Mulai Tahun Anggaran 2026, satuan pendidikan negeri maupun swasta dapat mengajukan program Revitalisasi Gedung Sekolah secara daring atau online melalui Aplikasi Revitalisasi Sekolah yang diakses di revit.kemendikdasmen.go.id.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan untuk mempermudah dan mempercepat proses perbaikan gedung sekolah.

“Aplikasi Revitalisasi ini menjadi pintu masuk proses perencanaan hingga evaluasi revitalisasi satuan pendidikan 2026 agar prosesnya berjalan cepat, terintegrasi, transparan, dan akuntabel,” ujar Gogot dalam keterangan tertulisnya (23/11).

Aplikasi Revitalisasi berfungsi sebagai pusat kendali perencanaan dan monitoring yang dilengkapi berbagai fitur canggih, antara lain:

Program ini menyasar sekolah dengan prinsip pemerataan dan keberpihakan terhadap daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), serta memprioritaskan sekolah dengan tingkat kerusakan paling tinggi.

Cakupan revitalisasi yang dapat diajukan juga diperluas, tidak hanya untuk rehabilitasi ruang rusak, tetapi juga mencakup pembangunan ruang belajar baru serta penataan lingkungan sekolah, seperti pengadaan sumber air bersih/sanitasi layak, pagar, dan estetika sekolah.

Meskipun pengajuan dilakukan secara daring, kolaborasi pemerintah daerah tetap ditekankan. Pemerintah daerah diminta proaktif dalam mengusulkan sekolah yang paling membutuhkan, menyusun prioritas, dan mendampingi sekolah dalam melengkapi dokumen persyaratan.

“Saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan pemerataan akses pendidikan, di mana terdapat sekitar 1,2 juta ruang kelas dalam kondisi rusak sedang atau berat pada 195 ribu sekolah. Prioritas skala tinggi harus segera diselesaikan agar anak-anak kita bisa mengikuti pembelajaran dengan aman, nyaman, dan gembira,” tutup Gogot.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News