TIMIKA– Bayi perempuan enam bulan bernama Nina Songgonau,diangkat Pj Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk menjadi putrinya.
Bayi tersebut bersama ibunya menjadi salah satu dari 1.883 masyarakat di Distrik Bibida Kabupaten Paniai , yang mengungsi ke Gereja Paroki Salib Suci, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, akibat adanya gangguan keamanan di daerah tersebut.
Saat tatap muka dengan masyarakat, pada Kamis( 20/6/2024), Pj Gubernur Ribka Haluk melihat seorang bayi perempuan berusia 6 bulan tersebut, kemudian meminta ijin kepada orang tuanya untuk digendong dan menciumnya.
Sontak,Pj Gubernur Ribka Haluk meminta ijin kepada orang tuanya untuk menambahkan nama bayi tersebut sesuai namanya. Tanpa berfikir,ibu bayi tersebut tersenyum.
“Nama bayi ini sebelumnya Nina Songgonau dan kini berubah menjadi Nina Ribka Songgonau. Kini Nina Ribka Songgonau diangkat menjadi putri saya,” ungkap Ribka.
Pj Gubernur, lantas memerintahkan stafnya untuk berkoordinasi dengan kedua orang tuanya. Ia berencana kedepan akan menemui kedua orang tuanya untuk bersilahturahmi.
“Saya sangat bahagia bisa menjadikan salah satu putri dari Distrik Bibida, menjadi putri saya. Mohon doanya agar Nina Ribka Songgonau kelak menjadi seorang gadis yang membanggakan orang tuanya,” ujarnya lagi.
Sementara Lince Kobogau ibu bayi Nina, merasa senang dan bangga, putrinya diangkat menjadi anak Pj Gubernur.
Dan berharap kelak anaknya bisa mengikuti jejak Pj Gubernur.
“Pastinya saya senang dan bahagia. Mohon doanya, agar Nina sehat-sehat dan bertumbuh menjadi anak yang membanggakan orang tuanya,” tuturnya haru.
Pj Gubernur juga mengambil langkah cepat mengatasi permasalahan di Distrik Bidiba.
Ia mengajak seluruh Forkopimda Provinsi Papua Tengah, untuk terbang ke Paniai, melihat langsung kondisi masyarakat di pengungsian.
Ia berharap agar situasi segera aman dan kondusif, sehingga masyarakat bisa kembali ke kampung halamannya.
“Tidak boleh lama-lama masyarakat meninggalkan kampung halamannya. Apalagi disini hanya tidur beralaskan tikar, berbahaya untuk kesehatan mereka. Bahkan disini banyak anak-anak, pendidikannya bisa terganggu,” tegasnya.( Zen)






