Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

News

Dana Otsus Dipangkas, Pemda di Papua Didesak Cari Strategi Kreatif

adminbadge-check


					Dana Otsus Dipangkas, Pemda di Papua Didesak Cari Strategi Kreatif Perbesar

MANOKWARI – Pemerintah daerah (Pemda) di enam provinsi Papua didorong untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru menyusul adanya efisiensi atau pemangkasan anggaran Dana Otonomi Khusus (Otsus).

​Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix Vernando Wanggai, mengakui bahwa postur anggaran yang relatif berkurang ini menjadi tantangan tersendiri.

​”Memang kita merasakan bahwa postur anggaran kita, terutama di enam provinsi, relatif berkurang, tapi ini sebuah tantangan bagi kita,” kata Velix di Manokwari, Papua Barat.

​Menurut Velix, momentum ini harus dimanfaatkan oleh Pemda untuk tidak hanya bergantung pada dana transfer, tetapi mulai menyusun strategi tepat untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.

​Ia menjabarkan beberapa strategi yang dapat ditempuh, dimulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​”Kita akan pertama adalah strategi optimalisasi pendapatan asli daerah. Sumber-sumber yang harus diintensifikasi, sumber-sumber pajak,” ujarnya. Rabu, (05/11/2025).

​Selain pajak, Velix menekankan pentingnya pengembangan ekonomi lokal di berbagai sektor, termasuk pariwisata. Ia juga mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bijak melalui sektor kehutanan dan perhutanan sosial, serta pentingnya memberikan kemudahan perizinan untuk investasi.

​Lebih lanjut, Velix menegaskan bahwa keterlibatan sektor swasta adalah kunci. “Dan terakhir adalah sektor swasta yang harus kita dorong untuk ada di Tanah Papua,” tambahnya.

​Dorongan untuk sinergi ini turut diamini oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk. Ribka menyebut bahwa birokrasi dan sektor swasta merupakan “dua mesin” penggerak ekonomi.

​”Jadi ada dua mesinnya, mesin birokrasi dan mesin swasta. Ini, kita mau hidupkan,” kata Ribka.

​Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang optimal di Papua tidak akan terjadi jika hanya mengandalkan satu mesin saja, sehingga sinergi keduanya mutlak diperlukan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kunjungan Pasien di Puskesmas Waghete Deiyai Tembus 80 Orang per Hari

6 November 2026 - 11:26 WIB

IMG 20261106 WA0022

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019
Trending di News