Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Dana Otsus Dipangkas, Pemda di Papua Didesak Cari Strategi Kreatif

adminbadge-check


					Dana Otsus Dipangkas, Pemda di Papua Didesak Cari Strategi Kreatif Perbesar

MANOKWARI – Pemerintah daerah (Pemda) di enam provinsi Papua didorong untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru menyusul adanya efisiensi atau pemangkasan anggaran Dana Otonomi Khusus (Otsus).

​Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix Vernando Wanggai, mengakui bahwa postur anggaran yang relatif berkurang ini menjadi tantangan tersendiri.

​”Memang kita merasakan bahwa postur anggaran kita, terutama di enam provinsi, relatif berkurang, tapi ini sebuah tantangan bagi kita,” kata Velix di Manokwari, Papua Barat.

​Menurut Velix, momentum ini harus dimanfaatkan oleh Pemda untuk tidak hanya bergantung pada dana transfer, tetapi mulai menyusun strategi tepat untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.

​Ia menjabarkan beberapa strategi yang dapat ditempuh, dimulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​”Kita akan pertama adalah strategi optimalisasi pendapatan asli daerah. Sumber-sumber yang harus diintensifikasi, sumber-sumber pajak,” ujarnya. Rabu, (05/11/2025).

​Selain pajak, Velix menekankan pentingnya pengembangan ekonomi lokal di berbagai sektor, termasuk pariwisata. Ia juga mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bijak melalui sektor kehutanan dan perhutanan sosial, serta pentingnya memberikan kemudahan perizinan untuk investasi.

​Lebih lanjut, Velix menegaskan bahwa keterlibatan sektor swasta adalah kunci. “Dan terakhir adalah sektor swasta yang harus kita dorong untuk ada di Tanah Papua,” tambahnya.

​Dorongan untuk sinergi ini turut diamini oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk. Ribka menyebut bahwa birokrasi dan sektor swasta merupakan “dua mesin” penggerak ekonomi.

​”Jadi ada dua mesinnya, mesin birokrasi dan mesin swasta. Ini, kita mau hidupkan,” kata Ribka.

​Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang optimal di Papua tidak akan terjadi jika hanya mengandalkan satu mesin saja, sehingga sinergi keduanya mutlak diperlukan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim PERSEJASI Mimika Bawah Nama Papua di Liga Nasional Yang Digelar Oktober 2026 

6 September 2026 - 14:12 WIB

20260904

Batu di Badan Jalan Berujung Kecelakaan Tunggal di Pasar Lama Timika

6 September 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260906 WA0000

Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Aktivitas Sejumlah Gunung Api Terus Dipantau

6 September 2026 - 11:32 WIB

6a9c1de50d696

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248
Trending di Headline