TIMIKA – Persatuan Sepakbola Berjalan Seluruh Indonesia (PERSEJASI) Kabupaten Mimika siap membawa nama Papua Tengah pada khususnya dan Papua pada umumnya dalam Liga Persejasi 2026 yang akan berlangsung di Cibubur, Jakarta Timur, 1–5 Oktober 2026.
Menghadapi ajang tersebut, Persejasi Mimika mulai mematangkan persiapan tim melalui latihan rutin yang difokuskan pada peningkatan kondisi fisik, teknik dan kekompakan pemain.
Ketua Persejasi Kabupaten Mimika, Habel Taime, mengatakan keikutsertaan dalam Liga Persejasi 2026 menjadi momentum penting bagi Mimika untuk menunjukkan bahwa olahraga sepakbola berjalan juga memiliki potensi untuk dikembangkan di Tanah Papua.
“Persiapan sudah kami mulai. Kami akan melakukan latihan secara rutin selama satu bulan untuk mematangkan teknik, fisik dan kekompakan tim sebelum bertolak ke Jakarta,” ujar Habel di Timika belum lama ini.
Ia menjelaskan, Liga Persejasi 2026 akan mempertemukan kurang lebih 42 klub. Persejasi Mimika menjadi salah satu perwakilan dari Tanah Papua yang akan ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Mimika rencananya akan menurunkan tim putra dan putri, termasuk tim dari PT Freeport Indonesia. Selain mengejar prestasi, keikutsertaan ini juga menjadi kesempatan bagi para pegiat sepakbola usia lanjut untuk tetap aktif dan produktif melalui olahraga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa usia bukan menjadi batasan untuk berolahraga dan berprestasi. Para pegiat lansia masih memiliki semangat dan kemampuan yang perlu diberikan ruang,” katanya.
Menurut Habel, Persejasi juga mendapat kepercayaan untuk membawa nama Papua Tengah dalam kategori usia 60 tahun pada pertandingan persahabatan menghadapi peserta dari sejumlah negara.
Persejasi berada dibawah naungan KORMI Mimika. Sebelumnya sukses mengantar atlet-atlet lokal memperkuat Timnas Persejasi Papua Tengah ke kancah Internasional.
Karena itu, ia berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mimika, dunia usaha dan pihak swasta dapat diberikan untuk membantu persiapan maupun keberangkatan kontingen Persejasi Mimika.
“Kami berharap pemerintah dan pihak swasta bisa memberikan dukungan. Para lansia ini masih produktif dan bisa diandalkan. Dengan dukungan yang baik, mereka dapat terus berkarya sekaligus menjaga kesehatan dan semangat hidup,” pungkasnya. (Etty)








