Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Senator Filep Wamafma: Prioritaskan Pengungsi dan Selesaikan Akar Masalah Konflik Papua

adminbadge-check


					Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, Perbesar

Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma,

JAKARTA – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, yang juga menjabat sebagai Sekretaris MPR For Papua, secara tegas mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah konkret dan segera menyelesaikan konflik bersenjata yang terus berlarut-larut di tanah Papua.

Desakan ini muncul seiring dengan meningkatnya eskalasi kekerasan di wilayah tersebut dan dampak kemanusiaan yang ditimbulkannya, khususnya bagi masyarakat sipil yang terpaksa mengungsi.

“Kami mendesak kepada Bapak Presiden Prabowo untuk segera menuntaskan konflik bersenjata di Papua. Selain jatuh banyak korban jiwa, mohon perhatikan nasib masyarakat yang terpaksa mengungsi,” ujar Dr. Filep dalam keterangannya pada Senin (3/11/2025).

Menurut Dr. Filep, kondisi para pengungsi sangat memprihatinkan. Mereka yang terpaksa meninggalkan rumahnya dan berlindung di hutan atau tempat penampungan mengalami kesulitan mendasar.

“Merasa tidak aman, menderita di pengungsian, susah makan dan obat-obatan. Belum lagi terganggu aktivitas sehari-harinya. Situasi keamanan yang tidak stabil ini harus segera dihentikan,” tambahnya.

Ia mengingatkan bahwa akar masalah harus segera diselesaikan agar pengungsian tidak terus bertambah dan penderitaan masyarakat bisa berakhir.

Desakan ini diperkuat oleh berbagai insiden kekerasan yang terjadi belakangan ini. Seperti diketahui, konflik bersenjata kembali memanas pada pertengahan Oktober 2025, termasuk kontak tembak antara TNI dan KSB di Kabupaten Intan Jaya dan penembakan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Senator Filep berharap pemerintah dapat memprioritaskan penyelesaian akar konflik ini dengan memberikan perhatian penuh kepada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

“Mari kita, terutama pemerintah memberikan perhatian penuh atas nasib masyarakat pengungsi saat ini dengan memenuhi kebutuhan mereka dan utamanya menyelesaikan penyebab pengungsian yaitu gangguan keamanan,” tutup Dr. Filep

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PN Timika Tangani 27 Perkara Narkotika, Sejumlah Mantan Napi Kembali Terjerat

6 November 2026 - 12:28 WIB

IMG 20261106 WA0026

Terjerat Pergaulan Orang Dewasa, Tujuh Anak Berhadapan dengan Hukum di Timika

6 November 2026 - 11:59 WIB

IMG 20261106 WA0024

Kunjungan Pasien di Puskesmas Waghete Deiyai Tembus 80 Orang per Hari

6 November 2026 - 11:26 WIB

IMG 20261106 WA0022

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007
Trending di Headline