Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Gubernur Nawipa : Masa Depan Papua Tengah Ditentukan Kualitas SDM

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Nawipa : Masa Depan Papua Tengah Ditentukan Kualitas SDM Perbesar

NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Pembangunan Papua Tengah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam maupun pembangunan infrastruktur, tetapi membutuhkan manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, karakter dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

IMG 20260907 WA0020

Pesan tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, S.Sos., M.AP., yang mewakili Gubernur Papua Tengah dalam rangkaian Dies Natalis ke-22 Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pembukaan perkuliahan perdana mahasiswa baru, penutupan KKN ke-43 serta peletakan batu pertama pembangunan gedung baru USWIM.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Tumiran menyampaikan selamat kepada seluruh keluarga besar USWIM yang telah memasuki usia ke-22.

IMG 20260907 WA0017

Menurutnya, usia 22 tahun bukan lagi usia muda bagi sebuah perguruan tinggi. USWIM telah melewati perjalanan panjang dan memiliki tanggung jawab semakin besar dalam mempersiapkan generasi yang akan terjun ke tengah masyarakat.

“Pembangunan Papua Tengah ini tidak hanya membangun jalan, jembatan atau infrastruktur. Yang lebih fundamental adalah pembangunan sumber daya manusia,” tegas Tumiran.

Ia mengatakan kekayaan alam yang dimiliki Papua Tengah tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dikelola oleh SDM yang memiliki kompetensi.

Begitu pula dengan pembangunan gedung pemerintahan, jalan maupun jembatan. Semua membutuhkan tenaga ahli dan manusia yang mampu mengelola pembangunan secara profesional.

Karena itu, menurut Tumiran, masa depan Papua Tengah berada di tangan generasi yang sedang dipersiapkan hari ini.

Jangan Hanya Mengejar IPK

Di hadapan mahasiswa baru USWIM, Tumiran berpesan agar mahasiswa tidak menjadikan ijazah dan nilai akademik sebagai satu-satunya tujuan selama menempuh pendidikan.

Ia mendorong mahasiswa untuk mengejar keahlian, kompetensi dan kemampuan yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Jangan hanya mengejar IPK yang tinggi. Kejarlah keahlian sesuai dengan bidang dan jurusan yang kalian ambil,” pesannya.

Menurutnya, ijazah tetap penting sebagai bukti seseorang telah menyelesaikan jenjang pendidikan. Namun, ketika berada di tengah masyarakat, seseorang membutuhkan kemampuan nyata untuk menyelesaikan persoalan.

Karena itu, perguruan tinggi harus menjadi pusat pengembangan SDM yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk keterampilan dan karakter.

Kuasai Teknologi, Bangun Karakter dan Jaringan

Tumiran juga mengingatkan mahasiswa bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah dunia secara cepat.

Menurutnya, mahasiswa saat ini memiliki akses terhadap ilmu pengetahuan yang begitu luas melalui perangkat digital.

Namun, teknologi juga memiliki sisi negatif sehingga harus digunakan secara bijaksana.

“Dunia yang kita hadapi sekarang berbeda jauh dengan 10 atau 20 tahun lalu. Perkembangan teknologi informasi begitu cepat. Kita dituntut untuk bisa menyesuaikan diri,” katanya.

Ia kemudian menitipkan sejumlah pesan kepada mahasiswa.

Pertama, mahasiswa diminta belajar sungguh-sungguh dan mencari ilmu, bukan sekadar mengejar ijazah.

Kedua, mahasiswa harus menguasai teknologi dan tidak takut terhadap perubahan.

Ketiga, menjaga integritas dan karakter.

Keempat, membangun kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi.

Kelima, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mencari pekerjaan, tetapi harus mulai membangun pola pikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Keenam, tidak melupakan masyarakat dan daerah asal.

Ketujuh, mahasiswa harus berani memiliki cita-cita besar dan tidak minder.

“Anak Papua Tengah berhak memiliki mimpi besar, di mana pun kita berada,” tegasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa aktif berorganisasi di lingkungan kampus sebagai ruang untuk melatih kepemimpinan, komunikasi dan kemampuan bekerja bersama orang lain.

KKN Jangan Berhenti pada Laporan

Kepada mahasiswa yang baru menyelesaikan KKN ke-43, Tumiran memberikan apresiasi atas pengabdian yang telah dilakukan.

Namun, ia meminta agar KKN tidak berhenti sebagai kegiatan administratif yang berujung pada laporan.

Menurutnya, KKN harus mampu menghasilkan identifikasi persoalan, gagasan maupun inovasi yang dapat direkomendasikan kepada kampus dan pemerintah daerah.

“Jangan sampai KKN hanya berhenti menjadi sebuah laporan administratif. Harus ada sesuatu yang bisa direkomendasikan kepada sivitas akademika maupun pemerintah,” ujarnya.

Ia bahkan mendorong USWIM mengembangkan KKN tematik yang diarahkan untuk membantu menjawab persoalan pembangunan Papua Tengah.

Misalnya KKN yang fokus pada ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting dan persoalan pembangunan lainnya.

Dengan model tersebut, mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh di ruang kuliah secara langsung di masyarakat sekaligus membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan di lapangan.

“Dengan KKN tematik, diharapkan ada dampak yang langsung dirasakan masyarakat dan sekaligus membantu program-program pemerintah,” katanya.

Dorong USWIM Perkuat Riset Persoalan Papua Tengah

Tumiran juga mendorong USWIM memperbanyak penelitian yang berkaitan langsung dengan kebutuhan Papua Tengah.

Perguruan tinggi, katanya, harus ikut membantu menjawab persoalan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pertanian, peternakan, perikanan, pendidikan, pemerintahan hingga lingkungan.

Ia menawarkan penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat.

Dalam konsep tersebut, pemerintah berperan menyediakan kebijakan dan fasilitasi. Perguruan tinggi menyediakan ilmu pengetahuan, penelitian dan inovasi. Dunia usaha berperan melalui investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan, sementara masyarakat menjadi pelaku sekaligus penerima manfaat pembangunan.

“Ke depan pembangunan membutuhkan kolaborasi antara government, university, business dan community,” jelasnya.

Tumiran juga mendorong agar kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan USWIM semakin konkret, terutama dalam bidang pengembangan SDM, riset kebijakan, kewirausahaan mahasiswa, pengembangan potensi ekonomi lokal dan KKN tematik.

Dalam kesempatan tersebut, Tumiran juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyadari USWIM memiliki peran dalam pembangunan SDM daerah.

Ia mengakui pemerintah provinsi sebelumnya telah memberikan dukungan pembangunan gedung USWIM.

Namun, dukungan tersebut menurutnya tidak berhenti pada satu bentuk bantuan.

Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melihat lembaga-lembaga pendidikan yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan Papua Tengah.

“Pemerintah tidak menutup mata ketika ada lembaga pendidikan yang memang berkontribusi untuk pembangunan Papua Tengah. Pasti pemerintah memberikan dukungan,” ujarnya.

Tumiran berharap USWIM semakin maju, berkualitas dan inovatif serta semakin besar kontribusinya bagi pembangunan daerah.

Ia menegaskan, Papua Tengah yang kuat tidak hanya dibangun melalui sumber daya alam, tetapi melalui kekuatan ilmu pengetahuan, pendidikan, inovasi dan kualitas manusia.

“Papua Tengah yang kuat dimulai dari SDM yang kuat. SDM yang kuat lahir dari pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.

Pesan tersebut sejalan dengan arah pengembangan USWIM melalui visi 2025–2029 untuk menjadi perguruan tinggi unggul dan rujukan pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi dan humaniora.

Dengan demikian, Dies Natalis ke-22 USWIM tidak hanya menjadi perayaan perjalanan institusi, tetapi juga menjadi ruang mempertemukan agenda kampus dengan kebutuhan pembangunan Papua Tengah: pendidikan berkualitas, SDM unggul, riset yang menjawab persoalan daerah, inovasi, pengabdian dan kolaborasi. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satu Identitas Terduga Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28 Sudah Dikantongi Polisi

7 September 2026 - 17:14 WIB

IMG 20260907 WA0004

Kapolda Turunkan Tim Gabungan Selidiki Kebakaran Pasar Bopauda Paniai, 11 Orang Tewas

7 September 2026 - 17:05 WIB

IMG 20260907 WA0030

USWIM Nabire Rayakan Dies Natalis ke-22, Teguhkan Arah Menjadi Perguruan Tinggi Unggul dan Rujukan

7 September 2026 - 17:00 WIB

IMG 20260907 WA0036

18 Kepala Distrik Masuk Struktur KOK/D, KONI Mimika: Regulasi Keolahragaan Sudah Berubah

7 September 2026 - 16:53 WIB

IMG 20260907 WA0050

Tanpa Dokumen, Tiga Ular Death Adder Diamankan di Bandara Timika

7 September 2026 - 16:36 WIB

IMG 20260907 WA0046
Trending di Headline