Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Sekolah Satu Atap, Fokus untuk Pendidikan di Daerah 3T

adminbadge-check


					Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Sekolah Satu Atap, Fokus untuk Pendidikan di Daerah 3T Perbesar

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan akan membuka atau menghidupkan kembali program Sekolah Satu Atap. Inisiatif ini diprioritaskan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Indonesia.

​Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa Sekolah Satu Atap adalah model sekolah yang menggabungkan beberapa jenjang pendidikan di satu lokasi yang sama.

​”Jadi misalnya SD, SMP: misalnya SD-nya masuk pagi, SMP-nya masuk siang. Atau SMP dan SMA, yang pengaturannya diatur sesuai dengan keluasan waktu yang ada di masing-masing daerah,” ujar Mu’ti.

​Mu’ti mengungkapkan bahwa keputusan untuk kembali mengaktifkan Sekolah Satu Atap adalah respons terhadap tantangan geografis yang sulit dijangkau di Indonesia. Mendirikan sekolah baru di daerah terpencil seringkali menghadapi risiko tidak berkembang karena jumlah penduduk yang sedikit, selain kendala dalam penyediaan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.

​”Sehingga kemudian, udahlah, daripada bikin sekolah baru, kita bikin saja Sekolah Satu Atap atau pembelajaran jarak jauh,” tambahnya.

​Pelaksanaan Sekolah Satu Atap ini akan dilakukan secara bertahap. Mu’ti berharap jumlahnya akan terus meningkat, mengingat adanya perhatian khusus dari DPR, khususnya Komisi X, terhadap pendidikan di daerah 3T.

​Selain Sekolah Satu Atap, Kemendikdasmen juga berupaya meratakan kesempatan belajar melalui pendidikan nonformal dengan mengusung paradigma learning, bukan hanya schooling.

​Ke depan, lembaga pendidikan nonformal akan dikembangkan melalui tiga model utama:

  • ​Penguatan penyetaraan
  • ​Homeschooling
  • ​Sekolah terbuka

​Model Sekolah Terbuka ini memungkinkan adanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), mirip dengan konsep Universitas Terbuka (UT). Implementasi PJJ ini telah diluncurkan, salah satunya kepada anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Kinabalu, Malaysia, dengan memanfaatkan teknologi digital.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satu Identitas Terduga Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28 Sudah Dikantongi Polisi

7 September 2026 - 17:14 WIB

IMG 20260907 WA0004

Gubernur Nawipa : Masa Depan Papua Tengah Ditentukan Kualitas SDM

7 September 2026 - 17:11 WIB

IMG 20260907 WA0016

Kapolda Turunkan Tim Gabungan Selidiki Kebakaran Pasar Bopauda Paniai, 11 Orang Tewas

7 September 2026 - 17:05 WIB

IMG 20260907 WA0030

USWIM Nabire Rayakan Dies Natalis ke-22, Teguhkan Arah Menjadi Perguruan Tinggi Unggul dan Rujukan

7 September 2026 - 17:00 WIB

IMG 20260907 WA0036

18 Kepala Distrik Masuk Struktur KOK/D, KONI Mimika: Regulasi Keolahragaan Sudah Berubah

7 September 2026 - 16:53 WIB

IMG 20260907 WA0050
Trending di Headline