Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Sekolah Satu Atap, Fokus untuk Pendidikan di Daerah 3T

adminbadge-check


					Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Sekolah Satu Atap, Fokus untuk Pendidikan di Daerah 3T Perbesar

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan akan membuka atau menghidupkan kembali program Sekolah Satu Atap. Inisiatif ini diprioritaskan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Indonesia.

​Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa Sekolah Satu Atap adalah model sekolah yang menggabungkan beberapa jenjang pendidikan di satu lokasi yang sama.

​”Jadi misalnya SD, SMP: misalnya SD-nya masuk pagi, SMP-nya masuk siang. Atau SMP dan SMA, yang pengaturannya diatur sesuai dengan keluasan waktu yang ada di masing-masing daerah,” ujar Mu’ti.

​Mu’ti mengungkapkan bahwa keputusan untuk kembali mengaktifkan Sekolah Satu Atap adalah respons terhadap tantangan geografis yang sulit dijangkau di Indonesia. Mendirikan sekolah baru di daerah terpencil seringkali menghadapi risiko tidak berkembang karena jumlah penduduk yang sedikit, selain kendala dalam penyediaan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.

​”Sehingga kemudian, udahlah, daripada bikin sekolah baru, kita bikin saja Sekolah Satu Atap atau pembelajaran jarak jauh,” tambahnya.

​Pelaksanaan Sekolah Satu Atap ini akan dilakukan secara bertahap. Mu’ti berharap jumlahnya akan terus meningkat, mengingat adanya perhatian khusus dari DPR, khususnya Komisi X, terhadap pendidikan di daerah 3T.

​Selain Sekolah Satu Atap, Kemendikdasmen juga berupaya meratakan kesempatan belajar melalui pendidikan nonformal dengan mengusung paradigma learning, bukan hanya schooling.

​Ke depan, lembaga pendidikan nonformal akan dikembangkan melalui tiga model utama:

  • ​Penguatan penyetaraan
  • ​Homeschooling
  • ​Sekolah terbuka

​Model Sekolah Terbuka ini memungkinkan adanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), mirip dengan konsep Universitas Terbuka (UT). Implementasi PJJ ini telah diluncurkan, salah satunya kepada anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Kinabalu, Malaysia, dengan memanfaatkan teknologi digital.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline