Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Sekolah Satu Atap, Fokus untuk Pendidikan di Daerah 3T

adminbadge-check


					Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Sekolah Satu Atap, Fokus untuk Pendidikan di Daerah 3T Perbesar

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan akan membuka atau menghidupkan kembali program Sekolah Satu Atap. Inisiatif ini diprioritaskan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Indonesia.

​Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa Sekolah Satu Atap adalah model sekolah yang menggabungkan beberapa jenjang pendidikan di satu lokasi yang sama.

​”Jadi misalnya SD, SMP: misalnya SD-nya masuk pagi, SMP-nya masuk siang. Atau SMP dan SMA, yang pengaturannya diatur sesuai dengan keluasan waktu yang ada di masing-masing daerah,” ujar Mu’ti.

​Mu’ti mengungkapkan bahwa keputusan untuk kembali mengaktifkan Sekolah Satu Atap adalah respons terhadap tantangan geografis yang sulit dijangkau di Indonesia. Mendirikan sekolah baru di daerah terpencil seringkali menghadapi risiko tidak berkembang karena jumlah penduduk yang sedikit, selain kendala dalam penyediaan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.

​”Sehingga kemudian, udahlah, daripada bikin sekolah baru, kita bikin saja Sekolah Satu Atap atau pembelajaran jarak jauh,” tambahnya.

​Pelaksanaan Sekolah Satu Atap ini akan dilakukan secara bertahap. Mu’ti berharap jumlahnya akan terus meningkat, mengingat adanya perhatian khusus dari DPR, khususnya Komisi X, terhadap pendidikan di daerah 3T.

​Selain Sekolah Satu Atap, Kemendikdasmen juga berupaya meratakan kesempatan belajar melalui pendidikan nonformal dengan mengusung paradigma learning, bukan hanya schooling.

​Ke depan, lembaga pendidikan nonformal akan dikembangkan melalui tiga model utama:

  • ​Penguatan penyetaraan
  • ​Homeschooling
  • ​Sekolah terbuka

​Model Sekolah Terbuka ini memungkinkan adanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), mirip dengan konsep Universitas Terbuka (UT). Implementasi PJJ ini telah diluncurkan, salah satunya kepada anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Kinabalu, Malaysia, dengan memanfaatkan teknologi digital.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline