Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Mendikdasmen Buka Peluang Sekolah Kelola Mandiri Program MBG Melalui Konsep ‘School Kitchen’

adminbadge-check


					Mendikdasmen Buka Peluang Sekolah Kelola Mandiri Program MBG Melalui Konsep ‘School Kitchen’ Perbesar

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan adanya peluang perubahan dalam mekanisme pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ke depannya, sekolah-sekolah yang siap akan diberi kesempatan untuk mengelola program tersebut secara mandiri melalui konsep “School Kitchen” atau Dapur Sekolah.

​Pernyataan ini disampaikan Mendikdasmen sebagai respons dan upaya perbaikan menyeluruh menyusul maraknya insiden keracunan makanan MBG di sejumlah daerah.

​”Saat ini kami membuka opsi agar sekolah-sekolah yang dinilai siap dan memenuhi persyaratan dapat menyelenggarakan penyediaan makanan secara langsung di lingkungan sekolah,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Kamis (16/10/2025).

​Konsep School Kitchen adalah pengelolaan penyajian makanan yang dilakukan secara internal oleh satuan pendidikan. Dalam implementasinya, konsep ini wajib mematuhi standar ketat mengenai keamanan dan gizi yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

​Pendekatan ini diharapkan dapat memotong rantai distribusi yang panjang dan memastikan makanan yang disajikan kepada siswa lebih segar dan higienis, sekaligus meminimalisir risiko keracunan.

​Meskipun demikian, Mu’ti menegaskan bahwa mekanisme tersebut masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian. Keputusan akhir mengenai perubahan sistem pengelolaan dan pelaksanaan MBG akan dipastikan setelah Peraturan Presiden (Perpres) terkait resmi diterbitkan.

​”Sehingga, tidak semuanya harus melalui cara seperti yang sekarang ini ada. Tapi, ini masih kami bicarakan di rapat lintas kementerian. Bagaimana finalnya, kita tunggu sampai Perpres-nya keluar. Apapun hasilnya, kami akan mengikuti dan melaksanakannya,” tegas Mu’ti.

​Terkait insiden keracunan yang menimpa ribuan siswa penerima MBG, Mendikdasmen menyampaikan keprihatinan mendalam.

​”Kami menyampaikan keprihatinan atas terjadinya peristiwa keracunan itu. Kami sudah beberapa kali rapat lintas kementerian untuk memperbaiki pelaksanaan MBG agar aman dan dapat terlaksana sesuai harapan Bapak Presiden,” tutup Mu’ti.

​Peran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam program MBG adalah sebagai mitra pelaksana di sekolah, sementara Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi pelaksana utama yang bertanggung jawab atas basis data dan evaluasi gizi program tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline