Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

Headline

Papua Tengah Terima 3 Juta Bibit Kakao, Petani Nabire Ditargetkan Mulai Tanam Akhir 2026

Etty Welerbadge-check


					Papua Tengah Terima 3 Juta Bibit Kakao, Petani Nabire Ditargetkan Mulai Tanam Akhir 2026 Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan menerima bantuan sebanyak tiga juta bibit tanaman kakao dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan tahun anggaran 2026. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok petani kakao di Kabupaten Nabire.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, drh. Rafael Heri Nugroho, S.KH., mengatakan saat ini jutaan bibit kakao tersebut masih berada dalam tahap persemaian atau nursery. Pemerintah menargetkan penyaluran kepada kelompok-kelompok petani kakao dapat dilakukan pada akhir 2026. Hal itu disampaikan Rafael kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).

“Jadi kita mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian, Dirjen Perkebunan tahun 2026, tanaman kakao sebanyak tiga juta. Saat ini masih di nursery, tahapan persemaian. Kami harapkan di akhir tahun ini akan disalurkan atau diberikan kepada kelompok-kelompok petani kakao yang ada di Kabupaten Nabire,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan usulan dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire melalui pemerintah provinsi. Usulan itu didasarkan pada hasil pendataan calon petani dan calon lokasi (CPCL), yang kemudian diverifikasi oleh tim terkait bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah.

IMG 20261030 WA0077

Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, kelompok petani yang dinilai memenuhi persyaratan menjadi sasaran penerima bantuan bibit kakao.

Rafael mengungkapkan, untuk mendukung program tersebut, pemerintah telah menyiapkan fasilitas persemaian di kawasan Samabusa, Kabupaten Nabire, dengan luas sekitar lima hektare.

Menurutnya, kapasitas nursery awalnya dikembangkan secara bertahap. Pada tahap pertama disiapkan sekitar 200 ribu bibit, kemudian meningkat menjadi 500 ribu bibit. Seiring dengan pengiriman bibit dari penyedia, kapasitas persemaian terus diperluas hingga mampu menampung tiga juta tanaman kakao.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan bantuan tersebut. Rafael mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire untuk memastikan bibit yang disalurkan dapat dipelihara dan ditanam dengan baik oleh para petani.

“Kami sangat berterima kasih dan mendukung apa yang diberikan oleh Kementerian Pertanian. Kami ikut menjaga supaya tanaman-tanaman kakao ini tumbuh dengan baik dan berhasil di Kabupaten Nabire,” ujarnya.

Ia menegaskan, proses verifikasi dan pendampingan perlu dilakukan agar bantuan bibit benar-benar dimanfaatkan oleh petani sesuai peruntukannya.

Pemerintah berharap, dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan, Kabupaten Nabire dapat berkembang menjadi salah satu daerah produsen kakao di Provinsi Papua Tengah.

Menurut Rafael, pengembangan kakao juga memiliki peluang ekonomi yang luas karena hasilnya dapat diolah menjadi produk cokelat maupun berbagai produk turunan lainnya.

Karena itu, kakao diharapkan menjadi salah satu komoditas unggulan baru yang dapat memberikan tambahan sumber pendapatan bagi masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Nabire.

Kopi Juga Jadi Komoditas Unggulan Papua Tengah

Selain kakao, Rafael mengatakan kopi masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan dan sumber pendapatan masyarakat di Papua Tengah.

Ia menjelaskan, pengembangan kopi di Papua Tengah mencakup dua jenis utama, yakni Robusta dan Arabika, yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan ketinggian tempat tumbuh.

Kopi Robusta umumnya dikembangkan di wilayah dataran rendah, seperti Kabupaten Nabire dan Mimika. Sementara kopi Arabika dikembangkan di wilayah dataran tinggi, antara lain Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.

Menurutnya, produksi kopi di Papua Tengah saat ini masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong peremajaan tanaman kopi serta perluasan pengembangan kebun agar produktivitas semakin maksimal.

“Harapan kami dengan tanaman kopi, peremajaan kopi dan perluasan kopi bisa kita maksimalkan, sehingga benar-benar menjadikan tanaman kopi sebagai sumber pendapatan bagi petani,” katanya.

Melalui pengembangan kakao dan kopi, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap sektor perkebunan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Program bantuan tiga juta bibit kakao di Nabire serta penguatan komoditas kopi di delapan kabupaten diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas perkebunan dan memperluas sumber pendapatan petani di Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengembangan Kasus Curanmor, Polda Papua Temukan 25 Kendaraan di Rusunawa Uncen

30 Oktober 2026 - 06:48 WIB

IMG 20261030 WA0082

Kasus Penganiayaan Berakhir Kematian GAR, Polisi Resmi Tetapkan Tiga Orang Tersangka 

30 Oktober 2026 - 06:21 WIB

IMG 20261030 WA0050

Minim Saksi dan CCTV Tak Merekam, Misteri Pembuangan Bayi di Timika Belum Terungkap

30 Oktober 2026 - 06:00 WIB

IMG 20261030 WA0049

Polisi Musnahkan Sebanyak 305,7131 gram Narkotika Senilai Ratusan Juta, Ribuan Jiwa Diselamatkan

30 Oktober 2026 - 05:46 WIB

IMG 20261030 144104

Wabup Mimika Sambut Kedatangan Kepala Basarnas di Bandara Moses Kilangin

30 Oktober 2026 - 04:20 WIB

IMG 20261030 132000
Trending di Headline