NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai menyusun roadmap atau peta jalan sanitasi tahun 2026 sebagai pedoman pembangunan sanitasi yang terarah, terukur, dan berkelanjutan di delapan kabupaten.
Penyusunan tersebut dibahas melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) I Penyusunan Roadmap Sanitasi Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di ruang rapat lantai III Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jalan Sam Ratulangi.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, Alanthino Wiay, yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutan dan arahannya, Alanthino menyampaikan bahwa sanitasi bukan sekadar pembangunan sarana dan prasarana fisik, melainkan salah satu pilar penting dalam pembangunan kesehatan, peningkatan kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, penyediaan akses sanitasi yang layak dan aman berkaitan erat dengan upaya penurunan angka stunting, pencegahan penyakit menular, serta perlindungan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Sebagai provinsi yang relatif baru, Papua Tengah dinilai memiliki tantangan sekaligus peluang untuk menata sistem sanitasi sejak dini melalui perencanaan yang komprehensif, terarah, dan berkelanjutan.
“Perencanaan pembangunan sanitasi ke depan harus benar-benar didasarkan pada fakta dan data riil di lapangan,” demikian salah satu penekanan dalam sambutan tersebut.
Melalui FGD I, pemerintah mendorong pemetaan kondisi dan capaian sanitasi, identifikasi berbagai kendala, serta perumusan kebutuhan sarana dan prasarana sanitasi berdasarkan klaster wilayah secara akurat.
Integrasikan pembangunan fisik dan perubahan perilaku
Alanthino menjelaskan, penyusunan roadmap sanitasi diharapkan menjadi pedoman strategis untuk mengintegrasikan penyediaan akses sanitasi yang aman dengan pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Menurutnya, pembangunan sanitasi tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas fisik. Perubahan perilaku hidup bersih dan sehat juga perlu diperkuat agar masyarakat memiliki kesadaran dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Karena itu, dokumen roadmap yang disusun diharapkan mampu memberikan arah pembangunan yang realistis, tepat sasaran, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat Papua Tengah.
Perkuat kolaborasi delapan kabupaten
Ia menegaskan, keberhasilan penyusunan dan pelaksanaan peta jalan sanitasi tidak dapat hanya mengandalkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Diperlukan komitmen dan kolaborasi yang kuat bersama pemerintah di delapan kabupaten serta seluruh pemangku kepentingan.
Dalam arahannya kepada peserta FGD dan lintas sektor terkait, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian utama.
Pertama, seluruh peserta diminta berpartisipasi aktif dengan menyampaikan masukan, data, dan informasi yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan mengenai kondisi sanitasi di wilayah masing-masing.
Kedua, diperlukan sinergi antara perencanaan pembangunan sanitasi di tingkat kabupaten dan kebijakan strategis di tingkat provinsi agar pelaksanaan program berjalan terpadu, efektif, dan saling mendukung.
Ketiga, dokumen roadmap sanitasi harus bersifat aplikatif, tepat sasaran, serta adaptif terhadap kearifan lokal masyarakat Papua Tengah.
Melalui langkah tersebut, perencanaan sanitasi diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab persoalan sanitasi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Selaraskan dengan prioritas pembangunan kesehatan
Dalam sambutannya, Alanthino juga mengingatkan pentingnya menyelaraskan pembahasan roadmap sanitasi dengan prioritas pembangunan kesehatan di Papua Tengah.
Beberapa hal yang menjadi perhatian meliputi pembangunan Rumah Sakit Provinsi, penguatan program Posyandu, dan Pro-Sehat.
Menurutnya, keterkaitan antara perencanaan sanitasi dan berbagai intervensi pembangunan kesehatan diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan dapat saling mendukung dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Ia berharap forum diskusi tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi permasalahan, serta menghasilkan masukan dan rekomendasi konstruktif bagi penyusunan roadmap sanitasi Provinsi Papua Tengah.
Menutup sambutannya, Alanthino secara resmi membuka kegiatan FGD I Penyusunan Roadmap Sanitasi Provinsi Papua Tengah Tahun 2026.
Ia berharap kerja sama seluruh pihak melalui forum tersebut menjadi landasan bagi terwujudnya masyarakat Papua Tengah yang sehat, maju, dan bermartabat.(MB)







