TIMIKA – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 76 Mimika menunjukkan perkembangan positif setelah satu tahun berjalan. Selain meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, sekolah juga mencatat kemajuan dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan prestasi siswa.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika, Ajeng Wulandari mengatakan, sekolah tersebut hadir untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, sekaligus memberikan ruang belajar yang aman dan mendukung perkembangan anak-anak dari keluarga pada desil 1 dan desil 2.

Saat ini, SRT 76 Mimika membina 58 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar pada jenjang SMP kelas VII dan VIII serta SMA kelas XI dan XII. Para siswa berasal dari sejumlah distrik di Kabupaten Mimika, di antaranya Kuala Kencana, Mimika Baru, Kwamki Narama, Mapurujaya, Mimika Timur, hingga Mimika Barat Jauh.
Dalam mendukung proses belajar, sekolah memanfaatkan gedung Wisma Atlet tiga lantai. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang belajar, asrama putra dan putri, laptop bagi siswa, komputer untuk laboratorium bahasa, serta smartboard di setiap kelas.
Sekolah juga menerapkan kurikulum nasional dengan pendekatan multi entry multi exit. Menurut kepala sekolah, perkembangan siswa tidak hanya terlihat dari sisi akademik, tetapi juga kesehatan fisik, kepercayaan diri, dan pembentukan karakter.
“Setiap siswa membawa ceritanya masing-masing, tentang latar belakang keluarga, Kesehatan fisik hingga kondisi mental. Oleh karena itu sekolah rakyat tidak hanya mengajar tetapi memulihkan dan mendampingi,” kata Ajeng Wulandari, Sabtu (17/10/2026).
Sejumlah siswa bahkan berhasil menorehkan prestasi, di antaranya meraih juara umum tingkat kabupaten pada cabang atletik dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi dan kabupaten.
Meski menunjukkan perkembangan positif, pihak sekolah mengakui masih membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pendampingan siswa.
Kebutuhan tersebut meliputi penambahan tenaga guru, pendampingan psikolog dan konselor, fasilitas olahraga dan seni, serta dukungan keamanan untuk menjaga lingkungan sekolah tetap kondusif.
Selain itu, pihak sekolah berharap pemerintah segera merealisasikan fasilitas sekolah permanen agar siswa dapat memperoleh lingkungan belajar yang lebih memadai.
“Kami berharap pemerintah terus memberikan dukungan agar SRT 76 Mimika berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi mandiri, berkarakter, berprestasi, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Hasan Kemong, menyampaikan apresiasi atas perjalanan satu tahun SRT 76 Mimika yang menunjukkan perkembangan yang baik.
Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepribadian generasi muda. Hasan berharap seluruh pihak, terus memperkuat kerja sama untuk mendukung keberlangsungan sekolah tersebut.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar tidak merasa rendah diri karena latar belakang keluarga, terus belajar, menghormati guru dan orang tua, serta berani mengejar cita-cita.
“Kepada seluruh anak-anakku, teruslah bermimpi dan berjuang, ingatlah mimpi yang disertai doa, kerja keras, kedisiplinan, dan keberanian akan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” harapnya.
Mengusung tema “Dulu Kami Bermimpi, Kini Kami Berani”, Hasan mengatakan peringatan satu tahun SRT 76 Mimika menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak di Kabupaten Mimika. (Cr2)








