Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Bupati Mimika Imbau Warga Tidak Bakar Sampah Sembarang Ditengah Ancaman El Nino dan Kekeringan

Etty Welerbadge-check


					Bupati Mimika Imbau Warga Tidak Bakar Sampah Sembarang Ditengah Ancaman El Nino dan Kekeringan Perbesar

TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemarau panjang yang mulai berdampak pada ketersediaan air dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diminta menahan diri dari segala aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob saat memimpin apel, Senin (24/8/2026).

Ia secara khusus meminta warga tidak membakar sampah sembarangan maupun menggunakan api untuk membuka lahan dalam kondisi cuaca yang semakin kering.
Johannes mengatakan, kondisi kemarau saat ini mulai dirasakan di berbagai daerah di Indonesia.

Fenomena tersebut ditandai dengan terbatasnya ketersediaan air, suhu yang meningkat, serta munculnya asap dan kabut akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Di mana-mana orang sudah kekurangan air, sudah kemarau panjang. Kita bersyukur di Mimika masih berjalan dengan baik. Jangan kita menambah persoalan dengan membakar sampah sembarangan,” tegasnya.

Menurut Johannes, sedikitnya terdapat empat titik di Kabupaten Mimika yang dinilai berpotensi mengalami peningkatan suhu dan kebakaran. Kondisi serupa juga mulai terjadi di sejumlah wilayah Papua Tengah, termasuk Nabire dan Puncak, khususnya kawasan Ilaga.

Ia menduga asap yang mulai terlihat di sejumlah wilayah Mimika berkaitan dengan kebakaran hutan yang terjadi di wilayah sekitar Papua Tengah.

“Kalau kita lihat asap yang datang saat ini, karena ada kebakaran hutan,” ujarnya.

Yang menjadi perhatian pemerintah bukan hanya ancaman kebakaran. Johannes mengungkapkan, dampak kekeringan juga mulai terlihat dari menurunnya ketersediaan sumber air.

Sejumlah sumur di lima distrik di Mimika dilaporkan mulai mengering. Bahkan, beberapa danau yang selama ini menjadi sumber air masyarakat juga mengalami penyusutan hingga sebagian mulai mengering.

Kondisi tersebut, kata Johannes, harus menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk situasi.

Pemerintah juga akan mengeluarkan surat imbauan terkait larangan pembakaran selama kondisi kemarau masih berlangsung.

“Jaga ini sama-sama. Ada yang mau buka kebun, jangan sampai mereka bakar. Sabar-sabar dulu sementara. Jangan bakar sampah sembarangan. Kita juga akan buat surat untuk hal ini,” katanya.

Selain mengantisipasi kebakaran, Johannes meminta masyarakat mulai menghemat penggunaan air dan energi. Menurut dia, masyarakat tidak boleh menganggap kondisi kering saat ini hanya berlangsung sementara karena kemarau diperkirakan masih akan berlanjut.

“Kita mulai hemat energi, hemat air, karena situasi ini panjang. Katanya Oktober hujan, tetapi masih kering. Angin juga masih bertiup kencang, sehingga kita harus hati-hati,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika pun mengajak masyarakat menjadikan kondisi ini sebagai tanggung jawab bersama. Penggunaan api secara sembarangan, sekecil apa pun, dinilai dapat menjadi pemicu persoalan yang lebih besar ketika kondisi lingkungan sedang kering dan angin bertiup kencang. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tangis Keluarga Iringi Pemakaman 11 Korban Kebakaran Paniai di Nabire

9 September 2026 - 11:14 WIB

IMG 20260909 WA0013

BRIDA Mimika Dorong Hasil Riset Perguruan Tinggi Jadi Dasar Program OPD

9 September 2026 - 11:10 WIB

IMG 20260909 WA0030

Pertamina Patra Niaga Terus Perkuat Pengawasan Penyaluran Subsidi, 19 SPBU di Papua Maluku Diberikan Sanksi

9 September 2026 - 06:35 WIB

IMG 20260909 WA0032

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Bapouda, 11 Orang Meninggal Dunia

9 September 2026 - 01:34 WIB

IMG 20260909 WA0002

Polres Mimika Peringati Hari Jadi Polwan ke-78, Kapolres Tekankan Etika dan Dedikasi

9 September 2026 - 01:21 WIB

IMG 20260908 WA0045
Trending di Headline