Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Bupati Mimika Imbau Warga Tidak Bakar Sampah Sembarang Ditengah Ancaman El Nino dan Kekeringan

Etty Welerbadge-check


					Bupati Mimika Imbau Warga Tidak Bakar Sampah Sembarang Ditengah Ancaman El Nino dan Kekeringan Perbesar

TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemarau panjang yang mulai berdampak pada ketersediaan air dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diminta menahan diri dari segala aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob saat memimpin apel, Senin (24/8/2026).

Ia secara khusus meminta warga tidak membakar sampah sembarangan maupun menggunakan api untuk membuka lahan dalam kondisi cuaca yang semakin kering.
Johannes mengatakan, kondisi kemarau saat ini mulai dirasakan di berbagai daerah di Indonesia.

Fenomena tersebut ditandai dengan terbatasnya ketersediaan air, suhu yang meningkat, serta munculnya asap dan kabut akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Di mana-mana orang sudah kekurangan air, sudah kemarau panjang. Kita bersyukur di Mimika masih berjalan dengan baik. Jangan kita menambah persoalan dengan membakar sampah sembarangan,” tegasnya.

Menurut Johannes, sedikitnya terdapat empat titik di Kabupaten Mimika yang dinilai berpotensi mengalami peningkatan suhu dan kebakaran. Kondisi serupa juga mulai terjadi di sejumlah wilayah Papua Tengah, termasuk Nabire dan Puncak, khususnya kawasan Ilaga.

Ia menduga asap yang mulai terlihat di sejumlah wilayah Mimika berkaitan dengan kebakaran hutan yang terjadi di wilayah sekitar Papua Tengah.

“Kalau kita lihat asap yang datang saat ini, karena ada kebakaran hutan,” ujarnya.

Yang menjadi perhatian pemerintah bukan hanya ancaman kebakaran. Johannes mengungkapkan, dampak kekeringan juga mulai terlihat dari menurunnya ketersediaan sumber air.

Sejumlah sumur di lima distrik di Mimika dilaporkan mulai mengering. Bahkan, beberapa danau yang selama ini menjadi sumber air masyarakat juga mengalami penyusutan hingga sebagian mulai mengering.

Kondisi tersebut, kata Johannes, harus menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk situasi.

Pemerintah juga akan mengeluarkan surat imbauan terkait larangan pembakaran selama kondisi kemarau masih berlangsung.

“Jaga ini sama-sama. Ada yang mau buka kebun, jangan sampai mereka bakar. Sabar-sabar dulu sementara. Jangan bakar sampah sembarangan. Kita juga akan buat surat untuk hal ini,” katanya.

Selain mengantisipasi kebakaran, Johannes meminta masyarakat mulai menghemat penggunaan air dan energi. Menurut dia, masyarakat tidak boleh menganggap kondisi kering saat ini hanya berlangsung sementara karena kemarau diperkirakan masih akan berlanjut.

“Kita mulai hemat energi, hemat air, karena situasi ini panjang. Katanya Oktober hujan, tetapi masih kering. Angin juga masih bertiup kencang, sehingga kita harus hati-hati,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika pun mengajak masyarakat menjadikan kondisi ini sebagai tanggung jawab bersama. Penggunaan api secara sembarangan, sekecil apa pun, dinilai dapat menjadi pemicu persoalan yang lebih besar ketika kondisi lingkungan sedang kering dan angin bertiup kencang. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DKP Mimika Siapkan Strategi Perluas Akses Pangan, Jalur Sungai Jadi Pertimbangan

16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

IMG 20261016 WA0033

Pemkab Mimika Dorong Bumdes Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Kampung

16 Oktober 2026 - 13:57 WIB

IMG 20261016 WA0029

Reggae Festival ke-XI, Kapolda Papua Tengah Dorong Anak Muda Berkarya dan Berprestasi

16 Oktober 2026 - 13:50 WIB

IMG 20261016 WA0028

Karhutla Capai 33.797 Hektare di Tanah Papua, Kapolda Dorong Langkah Terpadu

16 Oktober 2026 - 13:46 WIB

IMG 20261016 WA0024

Papua Reggae Festival XI Buka Peluang bagi Seniman dan Mama-Mama Papua Jual Hasil Kerajinan

16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

IMG 20261016 WA0021
Trending di Headline