Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

Bupati Mimika Imbau Warga Tidak Bakar Sampah Sembarang Ditengah Ancaman El Nino dan Kekeringan

Etty Welerbadge-check


					Bupati Mimika Imbau Warga Tidak Bakar Sampah Sembarang Ditengah Ancaman El Nino dan Kekeringan Perbesar

TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemarau panjang yang mulai berdampak pada ketersediaan air dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diminta menahan diri dari segala aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob saat memimpin apel, Senin (24/8/2026).

Ia secara khusus meminta warga tidak membakar sampah sembarangan maupun menggunakan api untuk membuka lahan dalam kondisi cuaca yang semakin kering.
Johannes mengatakan, kondisi kemarau saat ini mulai dirasakan di berbagai daerah di Indonesia.

Fenomena tersebut ditandai dengan terbatasnya ketersediaan air, suhu yang meningkat, serta munculnya asap dan kabut akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Di mana-mana orang sudah kekurangan air, sudah kemarau panjang. Kita bersyukur di Mimika masih berjalan dengan baik. Jangan kita menambah persoalan dengan membakar sampah sembarangan,” tegasnya.

Menurut Johannes, sedikitnya terdapat empat titik di Kabupaten Mimika yang dinilai berpotensi mengalami peningkatan suhu dan kebakaran. Kondisi serupa juga mulai terjadi di sejumlah wilayah Papua Tengah, termasuk Nabire dan Puncak, khususnya kawasan Ilaga.

Ia menduga asap yang mulai terlihat di sejumlah wilayah Mimika berkaitan dengan kebakaran hutan yang terjadi di wilayah sekitar Papua Tengah.

“Kalau kita lihat asap yang datang saat ini, karena ada kebakaran hutan,” ujarnya.

Yang menjadi perhatian pemerintah bukan hanya ancaman kebakaran. Johannes mengungkapkan, dampak kekeringan juga mulai terlihat dari menurunnya ketersediaan sumber air.

Sejumlah sumur di lima distrik di Mimika dilaporkan mulai mengering. Bahkan, beberapa danau yang selama ini menjadi sumber air masyarakat juga mengalami penyusutan hingga sebagian mulai mengering.

Kondisi tersebut, kata Johannes, harus menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk situasi.

Pemerintah juga akan mengeluarkan surat imbauan terkait larangan pembakaran selama kondisi kemarau masih berlangsung.

“Jaga ini sama-sama. Ada yang mau buka kebun, jangan sampai mereka bakar. Sabar-sabar dulu sementara. Jangan bakar sampah sembarangan. Kita juga akan buat surat untuk hal ini,” katanya.

Selain mengantisipasi kebakaran, Johannes meminta masyarakat mulai menghemat penggunaan air dan energi. Menurut dia, masyarakat tidak boleh menganggap kondisi kering saat ini hanya berlangsung sementara karena kemarau diperkirakan masih akan berlanjut.

“Kita mulai hemat energi, hemat air, karena situasi ini panjang. Katanya Oktober hujan, tetapi masih kering. Angin juga masih bertiup kencang, sehingga kita harus hati-hati,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika pun mengajak masyarakat menjadikan kondisi ini sebagai tanggung jawab bersama. Penggunaan api secara sembarangan, sekecil apa pun, dinilai dapat menjadi pemicu persoalan yang lebih besar ketika kondisi lingkungan sedang kering dan angin bertiup kencang. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemarau Mulai Mencekik Pesisir Mimika, Warga Amar hingga Kaipiraya Mulai Kesulitan Air

24 Agustus 2026 - 03:58 WIB

IMG 20260824 WA0015

Bunyi Tembakan di Mile 61 Tembagapura Belum Terbukti, Polisi Imbau Warga Tak Sebarkan Isu

24 Agustus 2026 - 03:36 WIB

IMG 20260824 WA0011

Situasi Jila Masih Kondusif, Polisi Terus Kejar Titik Terang Kasus Sembilan Warga yang Dibawah Paksa 

24 Agustus 2026 - 03:33 WIB

IMG 20260824 WA0011

Cuaca Panas dan Curah Hujan Menurun, BPBD Mimika Tingkatkan Kesiapsiagaan

24 Agustus 2026 - 03:18 WIB

IMG 20260824 WA0013

Sertijab Polres Mimika, Kapolres: Pejabat Baru Harus Langsung Running, Bukan Lagi Masa Pengenalan

24 Agustus 2026 - 03:15 WIB

IMG 20260824 WA0003
Trending di Headline