Menu ✖

Mode Gelap
Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua

Headline

Takut ke Kebun, Pemkab Mimika Kirim 3 Ton Bama ke Jila

Etty Welerbadge-check


					Takut ke Kebun, Pemkab Mimika Kirim 3 Ton Bama ke Jila Perbesar

TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika bergerak cepat mengantisipasi ancaman krisis pangan di Distrik Jila. Sebanyak tiga ton bahan makanan (bama) direncanakan dikirim ke wilayah tersebut menggunakan helikopter pada Jumat (21/8/2026).

Pengiriman bantuan ini dilakukan Pemkab Mimika dengan dukungan Kogabwilhan III dan Kodim, menyusul kondisi keamanan di Jila yang membuat aktivitas masyarakat terganggu, termasuk kegiatan berkebun sebagai sumber pemenuhan kebutuhan pangan.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan pemerintah daerah tetap memberikan perhatian serius terhadap masyarakat Jila. Pemkab terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

“Masyarakat Jila adalah masyarakat kami. Kami terus berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polres agar situasi di Jila bisa kondusif kembali,” kata Rettob saat konferensi pers di kediamannya, Jalan Hasanuddin Timika, Kamis (20/8/2026) malam.

Menurut Rettob, persoalan keamanan menjadi perhatian utama pemerintah, terlebih adanya laporan dugaan penculikan terhadap anak-anak dan perempuan. Pemerintah, kata dia, terus melakukan koordinasi agar warga yang hilang dapat segera ditemukan dan kembali kepada keluarganya dalam kondisi selamat.

Situasi tersebut juga berdampak terhadap kondisi psikologis masyarakat. Warga disebut mengalami trauma dan memilih tidak pergi berkebun karena khawatir terhadap keselamatan mereka.

“Pemerintah juga memperhatikan pemulihan trauma masyarakat. Kita berharap kondisi ini segera kembali normal,” ujarnya.

Selain itu, tenaga kesehatan, guru, serta pegawai distrik telah dievakuasi sementara ke Timika menggunakan helikopter TNI AU. Akibatnya, pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan di Jila untuk sementara dihentikan sampai situasi keamanan dinilai aman.

Gangguan keamanan juga berpotensi memengaruhi sejumlah pembangunan yang tengah berlangsung di Jila, seperti pembangunan kantor distrik, Polsek, perumahan, hingga fasilitas pendidikan.

Rettob memastikan Pemkab Mimika bersama TNI dan Polri akan terus berupaya menciptakan kondisi yang aman sehingga pelayanan publik dan pembangunan dapat kembali berjalan.

“Harapan kami situasi cepat aman, cepat damai, dan tidak ada lagi tindakan terhadap anak-anak maupun perempuan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Mimika, Alredo Rumbiak, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel untuk memperkuat pengamanan sekaligus melakukan penyelidikan di Jila.

Dari total 20 personel yang disiapkan, sebanyak 16 personel telah diterjunkan. Mereka terdiri dari unsur Brimob dan tim investigasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Empat personel lainnya dijadwalkan menyusul pada Jumat.

Alredo mengatakan kondisi di sekitar wilayah Polsek Jila hingga Kamis malam relatif kondusif. Meski belum ada kejadian lanjutan, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Situasi relatif landai, belum ada hal-hal lain yang terjadi. Namun kami tetap waspada. Kehadiran Brimob untuk memastikan tidak terjadi serangan,” jelasnya.

Terkait laporan hilangnya sejumlah anak, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan status kejadian tersebut.

Alredo menjelaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa peristiwa itu merupakan penyanderaan karena hingga kini belum ditemukan adanya tuntutan dari pihak tertentu.

“Kalau penyanderaan biasanya ada tuntutan. Sampai sekarang belum ada tuntutan yang disampaikan. Jadi lebih tepat disebut penculikan atau pembawaan paksa,” katanya.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari Polsek Jila, Koramil, dan keluarga korban, terdapat sembilan orang yang dilaporkan hilang.

Kepolisian bersama aparat keamanan lainnya masih melakukan investigasi dan pengumpulan keterangan guna mengungkap keberadaan para korban serta memastikan kondisi keamanan masyarakat di Distrik Jila. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Matangkan Perencanaan Kota Kapiraya, Siapkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Wilayah Pesisir

22 Oktober 2026 - 16:14 WIB

20261022

Disdik Mimika Buka Dispensasi Sekolah di Tengah Kebijakan PJJ Akibat Kabut Asap

22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

IMG 20261022 WA0003

Wabup Nabire Tekankan Edukasi dan Deteksi Dini dalam Pencegahan Penyakit Menular

22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261023 WA0027

Harga Cabai di Timika Tembus Rp120.000/ Kilogram

22 Oktober 2026 - 15:15 WIB

IMG 20261023 001430

Satpol PP Mimika Sita 500 Liter Miras, Warga Diminta Lapor Di Aplikasi PAMU

22 Oktober 2026 - 15:04 WIB

IMG 20261023 WA0001
Trending di Headline