NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi meluncurkan program penerbangan bersubsidi untuk memperluas akses transportasi masyarakat dari sejumlah wilayah kabupaten menuju ibu kota provinsi maupun sebaliknya.
Peluncuran program tersebut dilakukan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, usai upacara momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Dalam Launching Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa mengatakan kehadiran negara harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, transportasi dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.
“Hari ini ulang tahun yang ke-81 negara ini, negara perlu hadir untuk menjamin rakyatnya di atas tanah ini,” ujar Meki.
Ia menjelaskan, selain program penerbangan bersubsidi, Pemerintah Provinsi Papua Tengah selama ini juga menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, sekitar 58.000 anak sekolah di Papua Tengah telah mendapatkan pendidikan gratis. Selain itu, pemerintah provinsi juga membiayai sekitar 6.000 mahasiswa.
Pemprov Papua Tengah juga disebut membiayai sekitar 1.800 orang untuk memperoleh sertifikat kompetensi sehingga dapat meningkatkan peluang mereka mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik.

Program lainnya mencakup pembiayaan sekolah berasrama serta mahasiswa Papua Tengah yang menempuh pendidikan di luar negeri, dengan dukungan anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp30 miliar per tahun.
Meki mengatakan berbagai program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penerbangan Subsidi Tiga Kali Seminggu
Dalam bidang transportasi, Pemprov Papua Tengah bekerja sama dengan PT AMA (Associated Mission Aviation) untuk membuka layanan penerbangan bersubsidi yang menjangkau sejumlah wilayah.
Untuk rute Nabire–Ilaga, Nabire–Sugapa dan Nabire–Mulia, pemerintah provinsi menyiapkan penerbangan pulang-pergi sebanyak tiga kali dalam sepekan.
Selain itu, terdapat layanan penerbangan menuju beberapa wilayah lainnya dengan frekuensi yang disesuaikan dengan program subsidi pemerintah.
“Ini semua karena Tuhan dan juga karena negara ini memberikan perhatian dan kontribusi untuk menolong masyarakat supaya masyarakat maju,” kata Meki.
Ia menegaskan, program tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat dari kabupaten menuju ibu kota Provinsi Papua Tengah maupun sebaliknya.
Menurutnya, transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan karena dapat membuka akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintah, pendidikan, kesehatan dan aktivitas ekonomi.
Melayani Tanpa Batas
Meki menegaskan penerbangan subsidi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan hingga ke wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
“Pada hari ini, tanggal 17 Agustus tahun 2026, kita akan launching penerbangan subsidi kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan PT AMA untuk melayani masyarakat, melayani tanpa batas, melayani menembus batas untuk kemakmuran dan kesehatan rakyat ini,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas penerbangan subsidi tersebut dengan baik.
Peluncuran penerbangan subsidi ini sekaligus menjadi bagian dari percepatan pembangunan Papua Tengah, khususnya dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap peningkatan akses transportasi dapat memberikan dampak langsung terhadap pelayanan publik serta mempercepat pergerakan masyarakat dan barang antarwilayah di Papua Tengah.
Program tersebut juga menjadi salah satu bentuk komitmen Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley untuk menghadirkan pelayanan pemerintah yang semakin dekat dengan masyarakat. (MB)










