NABIRE – Komunitas Sastra Papua (KO’SAPA), Rumah Inspirasi Kebadabi, dan RJB berkolaborasi menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Mambesak, yang diperingati setiap 5 Agustus. Tahun ini, peringatan mengusung semangat “Mambesak: Merdeka dalam Nada, Merdeka dalam Kata”, sebagai penghormatan terhadap warisan budaya yang dirintis almarhum Arnold C. Ap sejak berdirinya Mambesak pada 5 Agustus 1978.
Peringatan HUT Mambesak ke-48 diawali dengan kegiatan Pra HUT pada 4 Agustus 2026 melalui lomba menggambar yang diikuti anak-anak. Lomba dibagi dalam dua kategori, yakni Kelas Usia Dini dan Kelas 4–6 Sekolah Dasar. Melalui kegiatan ini, panitia ingin menanamkan kecintaan terhadap tokoh budaya Papua, simbol-simbol kebudayaan, dan semangat Mambesak sejak usia dini.
Memasuki puncak peringatan pada 5 Agustus 2026, masyarakat akan disuguhkan berbagai kegiatan budaya di Mapiduba, Nabire, antara lain pembagian Bingkisan Mambesak bagi anak-anak usia SD, Diskusi Mambesak bertema “Musik Akustik dan Musik AI”, penampilan Vokal Grup, Musikalisasi Puisi, serta panggung seni yang akan menghadirkan kembali berbagai lagu rakyat Papua dalam aransemen baru.
Peringatan tahun ini juga menjadi ruang penghormatan kepada almarhum Rikex Nhfod, musisi Papua yang semasa hidupnya dikenal sebagai sosok kreatif dan penuh semangat.
“Kalau Alm. Rikex Nhfod masih bersama kita, mungkin dialah yang paling meramaikan panggung Mambesak tahun ini. Namun seperti pesan yang pernah ia tinggalkan, ‘This Is Me’, semangat dan karya-karyanya akan terus hidup.”
Sebagai bentuk penghormatan atas semangat tersebut, panggung Mambesak akan dimeriahkan oleh Anes Yeimo “King of Blvck”, yang akan membawakan penampilan spesial melalui Mixtape Mambesak sebagai persembahan bagi sahabatnya sekaligus untuk menghidupkan kembali semangat musik Papua.
Melalui kolaborasi ini, KO’SAPA, Rumah Inspirasi Kebadabi, dan RJB berharap Mambesak tidak hanya dikenang sebagai kelompok musik, tetapi juga sebagai gerakan kebudayaan yang terus menginspirasi generasi muda Papua untuk berkarya, mencintai bahasa daerah, sastra, musik, dan identitas budayanya.
Panitia mengundang seluruh masyarakat Papua, pegiat seni, komunitas, pelajar, mahasiswa, dan keluarga untuk hadir dan merayakan Hari Mambesak bersama.
“Mari datang dan ramaikan Panggung Mambesak. Mari merdeka dalam nada dan merdeka dalam kata.” (MB)






