Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Penyerapan APBD, Realisasi Keuangan Baru Capai 27,4 Persen

Etty Welerbadge-check


					Wabup Mimika Soroti Lambatnya Penyerapan APBD, Realisasi Keuangan Baru Capai 27,4 Persen Perbesar

TIMIKA – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyoroti masih lambatnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2026. Hingga 20 Juli 2026, realisasi keuangan baru mencapai 27,4 persen, sementara realisasi fisik berada di kisaran 35 persen.

Data tersebut berdasarkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Emanuel mengaku kecewa karena belum terlihat peningkatan yang signifikan, meskipun pemerintah daerah telah menghentikan sementara rapat evaluasi rutin selama dua pekan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki waktu lebih banyak untuk fokus mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran.

Namun, harapan tersebut belum membuahkan hasil. Dalam kurun waktu dua pekan, realisasi anggaran hanya meningkat sekitar dua persen.

“Realisasi keuangan baru 27,4 persen. Masih rendah, sekalipun dua minggu kita tidak lagi melakukan pertemuan dengan harapan bahwa kepala-kepala OPD dan seluruh jajarannya terus bekerja supaya realisasi anggaran ini semakin meningkat. Tapi faktanya baru mencapai kurang lebih 2 persen lebih,” ujar Emanuel, Senin (27/7/2026).

Selain rendahnya realisasi APBD secara keseluruhan, Emanuel juga menyoroti minimnya penyerapan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan belanja modal. Berdasarkan data yang dipaparkan, penyerapan Dana Otsus tahap pertama baru mencapai 25,70 persen, sedangkan realisasi belanja modal masih berada di kisaran 3 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan percepatan pelaksanaan program pembangunan daerah belum berjalan optimal. Jika tidak segera dipercepat, dikhawatirkan akan berdampak pada pelaksanaan program prioritas pemerintah serta proses pencairan Dana Otsus tahap berikutnya.

Emanuel menilai lambatnya realisasi anggaran tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah, tetapi juga telah memicu sorotan dari masyarakat dan diperkirakan akan menjadi pembahasan dalam rapat paripurna DPRK Mimika.

“Saya kurang tahu sebetulnya faktor-faktor apa yang menyebabkan pergerakan yang lambat. Tolong perhatikan, Bapak/Ibu. Sekali lagi, tolong diperhatikan. Kita mendapat sorotan-sorotan yang luar biasa dari masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, Wakil Bupati meminta seluruh pimpinan OPD segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran, sehingga target pembangunan daerah dapat tercapai sesuai rencana dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98 di Mimika Barat Jauh, Rettob Tegaskan Pembangunan Harus Menjangkau Kampung

28 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IMG 20261028 203824

Semarak Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri Uta Gelar Lomba Cerdas Cermat hingga Voli

28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

IMG 20261028 194842

Pertamina dan Disperindag Sidak SPBU SP 2, Temukan Indikasi Pengisian BBM Tak Wajar

28 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IMG 20261028 194111

Serukan Kebenaran dan Keadilan, Aspirasi KNPB Diterima DPRK Mimika 

28 Oktober 2026 - 10:25 WIB

IMG 20261028 192133

Massa Datang dari Sejumlah Wilayah, 150 Personel Gabungan Disiagakan

28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

IMG 20261028 191714
Trending di Headline