Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

Headline

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Penyerapan APBD, Realisasi Keuangan Baru Capai 27,4 Persen

Etty Welerbadge-check


					Wabup Mimika Soroti Lambatnya Penyerapan APBD, Realisasi Keuangan Baru Capai 27,4 Persen Perbesar

TIMIKA – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyoroti masih lambatnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2026. Hingga 20 Juli 2026, realisasi keuangan baru mencapai 27,4 persen, sementara realisasi fisik berada di kisaran 35 persen.

Data tersebut berdasarkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Emanuel mengaku kecewa karena belum terlihat peningkatan yang signifikan, meskipun pemerintah daerah telah menghentikan sementara rapat evaluasi rutin selama dua pekan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki waktu lebih banyak untuk fokus mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran.

Namun, harapan tersebut belum membuahkan hasil. Dalam kurun waktu dua pekan, realisasi anggaran hanya meningkat sekitar dua persen.

“Realisasi keuangan baru 27,4 persen. Masih rendah, sekalipun dua minggu kita tidak lagi melakukan pertemuan dengan harapan bahwa kepala-kepala OPD dan seluruh jajarannya terus bekerja supaya realisasi anggaran ini semakin meningkat. Tapi faktanya baru mencapai kurang lebih 2 persen lebih,” ujar Emanuel, Senin (27/7/2026).

Selain rendahnya realisasi APBD secara keseluruhan, Emanuel juga menyoroti minimnya penyerapan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan belanja modal. Berdasarkan data yang dipaparkan, penyerapan Dana Otsus tahap pertama baru mencapai 25,70 persen, sedangkan realisasi belanja modal masih berada di kisaran 3 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan percepatan pelaksanaan program pembangunan daerah belum berjalan optimal. Jika tidak segera dipercepat, dikhawatirkan akan berdampak pada pelaksanaan program prioritas pemerintah serta proses pencairan Dana Otsus tahap berikutnya.

Emanuel menilai lambatnya realisasi anggaran tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah, tetapi juga telah memicu sorotan dari masyarakat dan diperkirakan akan menjadi pembahasan dalam rapat paripurna DPRK Mimika.

“Saya kurang tahu sebetulnya faktor-faktor apa yang menyebabkan pergerakan yang lambat. Tolong perhatikan, Bapak/Ibu. Sekali lagi, tolong diperhatikan. Kita mendapat sorotan-sorotan yang luar biasa dari masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, Wakil Bupati meminta seluruh pimpinan OPD segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran, sehingga target pembangunan daerah dapat tercapai sesuai rencana dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival UMKM Mimika Digelar, Omzet Pelaku Usaha Ditarget Naik hingga Rp4 Juta

9 Agustus 2026 - 14:33 WIB

IMG 20260809 WA0117(1)

Tim Babat Polres Mimika Ungkap Dua Kasus Curanmor, Tiga Pelaku Diamankan

9 Agustus 2026 - 14:27 WIB

IMG 20260809 WA0172

Anak 14 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Pencurian Motor di Timika

9 Agustus 2026 - 14:20 WIB

IMG 20260809 WA0165

Pelajar Deiyai Unjuk Bakat dalam Lomba Pidato HUT ke-81 RI, Berikut Daftar Juara

9 Agustus 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260809 WA0148

Tanggapi Keluhan Pelajar dan Mahasiswa, Bupati Intan Jaya Pastikan Beasiswa ADIK-ADEM Diproses Pekan Depan

9 Agustus 2026 - 13:53 WIB

IMG 20260809 WA0134
Trending di Headline