Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

Mahasiswa Intan Jaya Gelar Aksi Damai di DPR Papua Tengah, Desak Gubernur dan Ketua MRP Temui Massa

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Intan Jaya Gelar Aksi Damai di DPR Papua Tengah, Desak Gubernur dan Ketua MRP Temui Massa Perbesar

NABIRE – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya Se-Indonesia (GPMI-I) menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor DPR Papua Tengah, Kamis (23/7).

Aksi diawali dengan long march dari kawasan Pasar Karang menuju Kantor DPR Papua Tengah. Massa sebelumnya berkumpul di sejumlah titik, antara lain SP1, Jepara II, Pasar Karang, Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM), dan Siriwini.

Dalam selebaran aksi yang dibagikan kepada publik, GPMI-I mengangkat tema “Militer Mesin Pembunuh Rakyat Intan Jaya.” Mereka menyampaikan berbagai tuntutan terkait situasi keamanan dan kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya.

IMG 20260723 WA0142

Koordinator aksi menyampaikan bahwa konflik bersenjata yang terjadi di Intan Jaya sejak 2019 telah berdampak terhadap kehidupan masyarakat sipil. Dalam pernyataan mereka, massa aksi mengklaim ribuan warga mengungsi, aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan terganggu, serta masyarakat mengalami trauma akibat konflik.

Selain itu, massa juga menyampaikan keberatan terhadap keberadaan sejumlah pos keamanan di wilayah Intan Jaya yang menurut mereka berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Berbagai pernyataan tersebut merupakan bagian dari tuntutan yang disampaikan peserta aksi dan belum diverifikasi secara independen dalam berita ini.

Sesampainya di halaman Kantor DPR Papua Tengah, massa memilih bertahan sambil menunggu kehadiran Ketua MRP Papua Tengah maupun Gubernur Papua Tengah untuk menerima aspirasi mereka secara langsung.

Dalam orasinya, salah seorang perwakilan massa menyatakan bahwa apabila Ketua MRP Papua Tengah maupun Gubernur Papua Tengah tidak hadir menemui peserta aksi, maka mereka mengancam akan menjadikan lokasi Kantor DPR Papua Tengah sebagai tempat bertahan atau “tempat putar kopi” selama satu minggu.

“Kalau Ketua MRP Papua Tengah dan Gubernur Papua Tengah tidak hadir di sini, maka kami akan jadikan tempat ini sebagai tempat putar kopi selama satu minggu,” ujar salah satu orator di hadapan massa.

Hingga berita ini ditulis, massa masih bertahan di halaman Kantor DPR Papua Tengah sambil menunggu respons dari pihak pemerintah daerah maupun pimpinan MRP Papua Tengah.

Belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, DPR Papua Tengah, maupun MRP Papua Tengah terkait tuntutan maupun pernyataan yang disampaikan peserta aksi. Berita ini akan diperbarui apabila telah diperoleh tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98 di Mimika Barat Jauh, Rettob Tegaskan Pembangunan Harus Menjangkau Kampung

28 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IMG 20261028 203824

Semarak Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri Uta Gelar Lomba Cerdas Cermat hingga Voli

28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

IMG 20261028 194842

Pertamina dan Disperindag Sidak SPBU SP 2, Temukan Indikasi Pengisian BBM Tak Wajar

28 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IMG 20261028 194111

Serukan Kebenaran dan Keadilan, Aspirasi KNPB Diterima DPRK Mimika 

28 Oktober 2026 - 10:25 WIB

IMG 20261028 192133

Massa Datang dari Sejumlah Wilayah, 150 Personel Gabungan Disiagakan

28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

IMG 20261028 191714
Trending di Headline