Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

Headline

Mahasiswa Intan Jaya Gelar Aksi Damai di DPR Papua Tengah, Desak Gubernur dan Ketua MRP Temui Massa

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Intan Jaya Gelar Aksi Damai di DPR Papua Tengah, Desak Gubernur dan Ketua MRP Temui Massa Perbesar

NABIRE – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya Se-Indonesia (GPMI-I) menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor DPR Papua Tengah, Kamis (23/7).

Aksi diawali dengan long march dari kawasan Pasar Karang menuju Kantor DPR Papua Tengah. Massa sebelumnya berkumpul di sejumlah titik, antara lain SP1, Jepara II, Pasar Karang, Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM), dan Siriwini.

Dalam selebaran aksi yang dibagikan kepada publik, GPMI-I mengangkat tema “Militer Mesin Pembunuh Rakyat Intan Jaya.” Mereka menyampaikan berbagai tuntutan terkait situasi keamanan dan kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya.

IMG 20260723 WA0142

Koordinator aksi menyampaikan bahwa konflik bersenjata yang terjadi di Intan Jaya sejak 2019 telah berdampak terhadap kehidupan masyarakat sipil. Dalam pernyataan mereka, massa aksi mengklaim ribuan warga mengungsi, aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan terganggu, serta masyarakat mengalami trauma akibat konflik.

Selain itu, massa juga menyampaikan keberatan terhadap keberadaan sejumlah pos keamanan di wilayah Intan Jaya yang menurut mereka berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Berbagai pernyataan tersebut merupakan bagian dari tuntutan yang disampaikan peserta aksi dan belum diverifikasi secara independen dalam berita ini.

Sesampainya di halaman Kantor DPR Papua Tengah, massa memilih bertahan sambil menunggu kehadiran Ketua MRP Papua Tengah maupun Gubernur Papua Tengah untuk menerima aspirasi mereka secara langsung.

Dalam orasinya, salah seorang perwakilan massa menyatakan bahwa apabila Ketua MRP Papua Tengah maupun Gubernur Papua Tengah tidak hadir menemui peserta aksi, maka mereka mengancam akan menjadikan lokasi Kantor DPR Papua Tengah sebagai tempat bertahan atau “tempat putar kopi” selama satu minggu.

“Kalau Ketua MRP Papua Tengah dan Gubernur Papua Tengah tidak hadir di sini, maka kami akan jadikan tempat ini sebagai tempat putar kopi selama satu minggu,” ujar salah satu orator di hadapan massa.

Hingga berita ini ditulis, massa masih bertahan di halaman Kantor DPR Papua Tengah sambil menunggu respons dari pihak pemerintah daerah maupun pimpinan MRP Papua Tengah.

Belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, DPR Papua Tengah, maupun MRP Papua Tengah terkait tuntutan maupun pernyataan yang disampaikan peserta aksi. Berita ini akan diperbarui apabila telah diperoleh tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival UMKM Mimika Digelar, Omzet Pelaku Usaha Ditarget Naik hingga Rp4 Juta

9 Agustus 2026 - 14:33 WIB

IMG 20260809 WA0117(1)

Tim Babat Polres Mimika Ungkap Dua Kasus Curanmor, Tiga Pelaku Diamankan

9 Agustus 2026 - 14:27 WIB

IMG 20260809 WA0172

Anak 14 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Pencurian Motor di Timika

9 Agustus 2026 - 14:20 WIB

IMG 20260809 WA0165

Pelajar Deiyai Unjuk Bakat dalam Lomba Pidato HUT ke-81 RI, Berikut Daftar Juara

9 Agustus 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260809 WA0148

Tanggapi Keluhan Pelajar dan Mahasiswa, Bupati Intan Jaya Pastikan Beasiswa ADIK-ADEM Diproses Pekan Depan

9 Agustus 2026 - 13:53 WIB

IMG 20260809 WA0134
Trending di Headline