TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika terus berupaya melestarikan budaya lokal dengan menghadirkan buku cerita rakyat sebagai media literasi bagi anak-anak.
Melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, pemerintah menghadirkan buku cerita rakyat agar anak-anak lebih mengenal nilai-nilai budaya lokal sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan daerah.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Firon Balinol Mom, berharap program ini menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda sejak usia dini.
Ia menyebut, tahun ini pihaknya memprioritaskan penyusunan buku cerita rakyat suku Kamoro. Setelah itu, penyusunan buku cerita rakyat suku Amungme ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun depan, sebelum dilanjutkan untuk suku-suku kekerabatan lainnya di Mimika.
“Tahun ini kami fokus pada suku Kamoro. Tahun depan kami kejar suku Amungme, kemudian beberapa suku lainnya agar budaya mereka juga bisa berkembang,”kata Firon saat ditemui di hotel Grand Tembaga, Selasa (21/7/2026).
Firon mengatakan, buku cerita rakyat memiliki peran lebih dari sekadar bahan bacaan. Menurutnya, buku tersebut menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan, kearifan lokal, serta memperkuat identitas budaya pada anak-anak sejak usia dini.
Ia mengungkapkan, penyusunan buku cerita rakyat Kamoro telah selesai dan dalam waktu dekat akan diluncurkan oleh instansi terkait. Sementara itu, penyusunan buku cerita rakyat suku Amungme masih berlangsung dan ditargetkan dapat direalisasikan pada tahun depan.
“Anak-anak harus belajar dari cerita budaya mereka sendiri, supaya karakter mereka terbentuk dan mereka mampu berkembang di masa depan,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, Firon berharap kekayaan budaya daerah dapat terus diwariskan kepada generasi penerus sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak. (Cr2)






