Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

Masterplan Pemanfaatan Tailing PTFI Ditargetkan Jadi Dasar Regulasi di Mimika

Etty Welerbadge-check


					Masterplan Pemanfaatan Tailing PTFI Ditargetkan Jadi Dasar Regulasi di Mimika Perbesar

TIMIKA Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) gandeng Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tahap II Review Masterplan Pengelolaan dan Pemanfaatan Tailing PT Freeport Indonesia (PTFI).

Kegiatan berlangsung di aula Bapenda Mimika, Kamis (9/7/2026). Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memaparkan sekaligus menyempurnakan hasil kajian yang telah disusun melalui kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Mimika dengan

Mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Yohana Paliling mengatakan, penyusunan masterplan merupakan langkah strategis agar pemanfaatan tailing dapat dilakukan secara terencana, aman, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia mengatakan tailing memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan infrastruktur serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, pengelolaannya harus tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial budaya, tata ruang, pembiayaan, serta keberlanjutan.

“Setiap rekomendasi yang dihasilkan harus memiliki dasar teknis yang kuat, dapat dilaksanakan, tidak menimbulkan persoalan hukum maupun lingkungan, dan yang terpenting memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Mimika,” ujar Yohana

Ia berharap melalui FGD tahap kedua ini, hasil kajian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi menjadi dasar dalam penyusunan regulasi, perencanaan program, serta pengambilan keputusan pembangunan daerah. Setiap rekomendasi yang dihasilkan harus diarahkan untuk kepentingan daerah dan masyarakat Mimika.

“Kita membutuhkan rekomendasi yang jelas, dapat dilaksanakan, memiliki dasar teknis yang kuat, dan tidak menimbulkan persoalan hukum maupun lingkungan di kemudian hari,” tambahnya.

Sementara itu, Narasumber dari Universitas Islam Bandung (Unisba), Andi Oetomo, mengatakan pemanfaatan tailing hasil pertambangan tidak cukup hanya sebatas menjual material sisa tambang sebagai bahan mentah.

Hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai ekonomi sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah. Keberhasilan hilirisasi akan membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap pembangunan daerah.

Ia pun menjelaskan ada tiga metode pemanfaatan tailing yang dapat dikembangkan. Tahap pertama adalah menjual tailing sebagai bahan baku. Tahap kedua melakukan ekstraksi kandungan logam bernilai seperti pasir besi dan logam lainnya. Tahap ketiga adalah hilirisasi.

“Proses produksinya harus jelas, mulai dari faktor produksi, proses pengolahan, hingga distribusinya. Tujuannya agar tailing tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah,” katanya.

Andi juga mengungkapkan tingginya minat investor terhadap pengelolaan tailing. Bahkan, sekitar 20 perusahaan disebut telah mengajukan minat untuk memanfaatkan material tersebut, sebagian besar berasal dari China. Kondisi ini menunjukkan bahwa tailing masih menyimpan potensi ekonomi yang cukup besar.

Meski demikian, ia mengakui hingga saat ini belum ada perhitungan pasti mengenai nilai ekonomi keseluruhan pengelolaan tailing karena masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai jenis kandungan mineral, volume, dan harga pasar masing-masing komoditas.

“Jangan sampai kita hanya menjual tailing. Yang harus dicari adalah nilai tambahnya, sehingga manfaat ekonominya bisa jauh lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” pungkasnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sejarah Baru Di Paniai: DPD I KNPI Papua Tengah Gelar Pelantikan Dan Rakerda Perdana 

25 Agustus 2026 - 10:29 WIB

IMG 20260825 WA0010

Kasus Penganiayaan di Depan Pondok Amor, Polisi Masih Dalami Pelaku

25 Agustus 2026 - 10:12 WIB

IMG 20260825 WA0006

Pasca Evakuasi Nakes, Polisi Siapkan Koordinasi untuk Bantu Warga Jila

25 Agustus 2026 - 10:09 WIB

IMG 20260825 WA0007

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Dekatkan Polisi dengan Warga Muara Puncak Jaya

25 Agustus 2026 - 09:51 WIB

IMG 20260825 WA0004

Penyanderaan Warga Sipil di Jila Dikecam, Yeri Hamadi: Jangan Jadikan Rakyat Korban Konflik

25 Agustus 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260825 WA0002
Trending di Headline