Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Dinas Pendidikan Nabire Integrasikan Edukasi Malaria ke Kurikulum, Mulai Diterapkan Tahun Ajaran Baru

Etty Welerbadge-check


					Dinas Pendidikan Nabire Integrasikan Edukasi Malaria ke Kurikulum, Mulai Diterapkan Tahun Ajaran Baru Perbesar

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire terus memperkuat upaya percepatan eliminasi malaria melalui sektor pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire bersama Dinas Kesehatan dan UNICEF menyusun skema pembelajaran malaria yang akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA/SMK.

IMG 20260626 WA0073

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, M.M. mengatakan langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap tingginya angka kasus malaria pada usia sekolah di Kabupaten Nabire.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga pertengahan tahun 2026 terdapat sekitar 900 kasus malaria pada anak usia sekolah, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang sistematis melalui dunia pendidikan.

“Untuk muatan lokal kesehatan nantinya akan mengintegrasikan materi AIDS, TB, dan malaria secara bertahap. Namun pada tahap pertama, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Nabire akan menerapkan integrasi pembelajaran malaria ke dalam mata pelajaran yang telah disepakati oleh tim perumus pada 22 Juni 2026,” ujar Dina.

Tim perumus tersebut terdiri dari para Kepala Seksi Kurikulum di setiap jenjang pendidikan, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Nabire.

IMG 20260626 WA0072

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan akan menerbitkan instruksi resmi kepada seluruh satuan pendidikan agar mulai menerapkan pembelajaran malaria sejak tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli 2026.

“Targetnya mulai bulan Juli tahun ajaran baru ini integrasi pembelajaran malaria sudah dapat dilaksanakan di seluruh sekolah. Buku pegangan dan bahan ajar malaria telah disiapkan dan diserahkan oleh Dinas Kesehatan kepada Dinas Pendidikan. Harapannya, anak-anak dapat memperoleh edukasi yang baik mengenai pencegahan malaria,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Elvina Agustina, didampingi Kepala Seksi P2M Alfred Lambey, mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga Juni 2026 tercatat 4.060 kasus positif malaria di Kabupaten Nabire, dengan sekitar 900 kasus terjadi pada kelompok usia sekolah.

Menurut Elvina, pendidikan menjadi salah satu strategi penting untuk membangun kesadaran sejak dini.

“Siswa harus diberikan edukasi secara berkelanjutan di setiap jenjang pendidikan sehingga mereka dapat menjadi agen edukasi bagi keluarga masing-masing dalam mencegah malaria,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa malaria bukan penyakit yang dapat dianggap sepele karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, mulai dari keguguran pada ibu hamil, pembengkakan limpa, hingga menyerang otak penderita.

“Edukasi formal melalui pembelajaran malaria yang terintegrasi sangat penting. Anak-anak harus memahami bahwa malaria dapat menurunkan kemampuan kognitif apabila mereka terpapar penyakit tersebut,” tambahnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Health Officer UNICEF Wilayah Papua, Iswahyudi, yang mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dibangun Pemerintah Kabupaten Nabire.

Menurutnya, keberhasilan eliminasi malaria tidak dapat dicapai hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif sektor pendidikan, pemerintah kampung, serta seluruh lapisan masyarakat.

Iswahyudi menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan malaria masih menjadi salah satu penyebab utama terganggunya kesehatan dan kualitas belajar anak. Infeksi malaria yang berulang dapat menyebabkan anemia, penurunan kemampuan kognitif, gangguan konsentrasi, meningkatnya ketidakhadiran di sekolah, hingga menurunkan prestasi belajar. Pada kasus berat, malaria bahkan dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.

“Beberapa hari lalu Pemerintah Kabupaten Nabire telah memperkuat pengendalian malaria melalui pembentukan Tim Malaria Kampung. Kini sektor pendidikan mengambil peran yang tidak kalah penting dengan mengintegrasikan materi malaria ke dalam pembelajaran di seluruh jenjang pendidikan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa eliminasi malaria hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Iswahyudi.

Ia menambahkan, keberhasilan implementasi pembelajaran malaria terintegrasi harus didukung dengan peningkatan kapasitas guru, penyediaan bahan ajar yang memadai, serta monitoring dan evaluasi secara berkala agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Dengan demikian, siswa tidak hanya mampu melindungi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyebarkan perilaku pencegahan malaria di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus mendukung Pemerintah Kabupaten Nabire dalam memperkuat upaya promotif dan preventif menuju eliminasi malaria,” tutupnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilhelmus Pigai Dukung Pencabutan Izin Tambang Bermasalah, Minta Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal di Papua Tengah

23 Oktober 2026 - 02:36 WIB

IMG 20261023 WA0018

Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal

23 Oktober 2026 - 01:21 WIB

IMG 20261023 WA0014

Pemkab Mimika Matangkan Perencanaan Kota Kapiraya, Siapkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Wilayah Pesisir

22 Oktober 2026 - 16:14 WIB

20261022

Disdik Mimika Buka Dispensasi Sekolah di Tengah Kebijakan PJJ Akibat Kabut Asap

22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

IMG 20261022 WA0003

Wabup Nabire Tekankan Edukasi dan Deteksi Dini dalam Pencegahan Penyakit Menular

22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261023 WA0027
Trending di Headline