Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Kekayaan Budaya Kalbar Sambut Peserta PKSN XIII 2026 di Pontianak

Etty Welerbadge-check


					Kekayaan Budaya Kalbar Sambut Peserta PKSN XIII 2026 di Pontianak Perbesar

PONTIANAK – Ratusan peserta Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII berdatangan, Selasa (26/06/2026) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) sejak pagi hingga siang. Prosesi penyambutan berlangsung di Gedung Pasificus Bos, Kompleks Katedral Santo Yosef, sore harinya.

IMG 20260527 WA0099

Ratusan pegiat komunikasi Katolik dari berbagai Keuskupan se-Indonesia disambut dengan tradisi budaya lokal berupa seperti tarian etnik Dayak. Penari menyerahkan sebilah mandau–pedang khas Dayak–kepada Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo atau Mgr Didik, yang didampingi Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus.

Ini merupakan tradisi “pancung buluh muda”, sebagai simbol keterbukaan hati tuan rumah acara yakni Keuskupan Agung Pontianak. Mgr Didik memasang ancang-ancang dan sekali tebas dengan mandau, tebu yang dilintangkan di gerbang terputus. Resmilah seluruh peserta memasuki arena kegiatan selama sepekan ke depan.

Mgr. Didik bersama Mgr. Agustinus, Sekretaris Komisi Komsos KWI, RD. Petrus Noegroho Agoeng, dan para ketua Komsos dari berbagai Keuskupan, menerima pengalungan syal bermotif Dayak.

IMG 20260527 WA0104

Selain kaum muda, para peserta berasal dari unsur Badan Pengurus Komisi Komsos KWI serta para Ketua atau perwakilan Komsos Keuskupan se-Indonesia. Penyambutan segera dilanjutkan dengan jamuan malam.

Seluruh peserta berkenalan sambil menikmati sejumlah penampilan di antaranya tarian etnik Dayak dan musik etnik Tionghoa, serta permainan musik sape’–gitar tradisional Dayak.

Panitia menyuguhkan sebuah film pendek. Konten resmi produksi Komsos KWI khusus untuk PKSN 2026 dan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60. Judulnya “Wajah dan Suara”. Isinya tentang refleksi iman dan katekese, menggambarkan teknologi digital masa kini mampu memanipulasi identitas manusia, disalahgunakan untuk menipu, dan menyimulasikan kehangatan relasi semu.

Film pendek ini menjadi media visual utama untuk menerjemahkan ajakan Paus Leo XIV dan Mgr Didik, agar umat Katolik menjaga orisinalitas, empati, serta martabat kemanusiaan di tengah perkembangan Kecerdasan Buatan (AI).

*Memperkuat Persaudaraan*

Pastor Kepala Paroki Katedral St Yosef Pontianak, RD Alexius Alex mengatakan, teknologi memang memberikan banyak manfaat. Namun harus tetap disadari agar manusia tidak kehilangan empati, hati nurani, dan kepedulian terhadap sesama.

“Gereja dipanggil untuk menghadirkan komunikasi yang menyejukkan, jujur, dan membawa harapan. Media dan teknologi hendaknya dipakai bukan untuk memecah, melainkan untuk memperkuat persaudaraan, membela kebenaran, dan menjaga martabat manusia,” kata RD Alexius.

Sekretaris Keuskupan Agung Pontianak, RP Adiantus Aloysius CP, mewakili Administrator Apostolik, Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap, menyebut, komunikasi yang sejati bukan sekadar menyebarkan informasi. Melainkan membangun perjumpaan antar wajah, mendengarkan suara hati sesama, dan mewartakan kebenaran dengan penuh belas kasih.

Sementara Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, menyebut, seni pantun bisa menghangatkan suasana komunikasi. Dia memulai sambutannya dengan berpantun: Sudah lama tidak ke ladang/Batang tebu sudah meninggi/Sudah lama rasanya kita tidak saling pandang/Rasa rindu setengah mati.

“Kita tidak bisa menolak dan menghindari tantangan komunikasi yang sangat modern ini. AI itu bisa membantu dalam banyak hal, tetapi tetap itu produk-produk manusia,” ujar Mgr Agus.

Mgr Didik berharap, Komisi Komsos di setiap Keuskupan mampu menghadirkan wajah dan suara Gereja bagi masyarakat. Di samping mewujudkan wajah sinodalitas Gereja, juga mewujudkan misi untuk menaburkan, menebarkan, menggarami, mengurapi seluruh dunia dengan kabar sukacita.

“Di sini kita lintas batas untuk saling menjumpai dan mewujudkan wajah tulus dan otentik antara kita sekalian. Saat kita berjumpa, agar terjadi proses untuk belajar. ​Akhirnya kita juga berbagi satu sama lain,” ujar Mgr Didik. (***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim PERSEJASI Mimika Bawah Nama Papua di Liga Nasional Yang Digelar Oktober 2026 

6 September 2026 - 14:12 WIB

20260904

Batu di Badan Jalan Berujung Kecelakaan Tunggal di Pasar Lama Timika

6 September 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260906 WA0000

Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Aktivitas Sejumlah Gunung Api Terus Dipantau

6 September 2026 - 11:32 WIB

6a9c1de50d696

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248
Trending di Headline