TIMIKA – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat di wilayah pesisir terpencil.
Didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Papua Tengah, Ny. Dhamayanti Rontini, Kapolda melakukan kunjungan kerja kemanusiaan ke Kampung Amapare, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Rabu (20/5/2026) kemarin.

Kampung yang dihuni sekitar 248 kepala keluarga ini lebih akrab dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Pulau Karaka (Pulau Kepiting).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Papua Tengah memboyong tim medis serta membawa sejumlah paket bantuan sosial untuk warga setempat.
Kehadiran jenderal bintang satu beserta rombongan ini disambut hangat dan antusias oleh masyarakat. Warga memanfaatkan momen langka tersebut untuk bertatap muka langsung sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi mengenai kondisi kehidupan di wilayah pesisir Mimika Timur Jauh.
Selain berdialog, agenda utama kunjungan ini adalah memberikan pelayanan kesehatan gratis. Tim medis dari Dokkes Polri dikerahkan untuk memeriksa kondisi kesehatan warga secara langsung guna memastikan masyarakat di pulau terluar tersebut mendapatkan akses medis yang layak.
Sebagai wujud kepedulian sosial, Kapolda juga menyerahkan bantuan tali asih kepada masing-masing kepala keluarga.
Tidak hanya fokus pada kesehatan dan ketahanan sosial warga, Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama istri juga menyempatkan diri menyambangi SD Negeri Amapare. Di sekolah tersebut, Kapolda memberikan motivasi membakar semangat para pelajar agar terus gigih menempuh pendidikan setinggi-tingginya.
Guna mendukung operasional sekolah dan kenyamanan siswa, Kapolda menyerahkan sejumlah bantuan nyata berupa bingkisan kepada para siswa, bantuan pembangunan MCK, perlengkapan mandi, serta bantuan tali asih bagi para tenaga pendidik di sekolah tersebut.

Kunjungan ke Kampung Amapare ini ternyata membawa kesan mendalam bagi Brigjen Pol. Jermias Rontini. Ia mengaku momen ini membangkitkan kembali memori kolektifnya saat menjabat sebagai Kapolres Mimika sekitar 14 tahun silam.
Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di lingkungan pesisir, ia sangat memahami lika-liku kehidupan rumah panggung di atas laut.
”Kehadiran saya di sini mengingatkan memori ketika saya menjabat Kapolres Mimika. Saya ingin melihat langsung kondisi masyarakat di tengah dinamika keamanan yang naik turun di Kabupaten Mimika, dan saya bersyukur wilayah pesisir relatif aman,” ujar Kapolda.
Kapolda mengatakan dirinya memahami kehidupan masyarakat pesisir karena lahir dan besar di wilayah yang memiliki karakter serupa dengan Kampung Amapare.
“Saya juga lahir dari wilayah pesisir, sehingga saya memahami masyarakat yang tinggal di pinggiran laut, termasuk rumah-rumah panggung seperti di sini,” katanya.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada para pelajar dan masyarakat bahwa pendidikan merupakan jalan utama untuk keluar dari berbagai persoalan sosial.
“Untuk keluar dari masalah sosial ini hanya satu jawabannya yakni bersekolah atau menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Saya tahu permasalahan masyarakat yang jauh dari kota seperti ini. Dulu saya juga tidak pernah bermimpi, mulai SD, SMP, lalu saat SMA kelas dua baru memahami cita-cita,” ungkapnya.
Kapolda menceritakan, saat duduk di bangku SMA kelas dua dirinya menyampaikan kepada orang tua keinginannya untuk masuk ABRI dan mendapat restu dari keluarga.
“Saya paham sulitnya daerah seperti ini karena akses sekolah minim. Di sini baru ada sekolah SD, sementara untuk sekolah lanjutan harus menyeberang pulau,” ujarnya.
Ia menambahkan, masa tugasnya sebagai anggota Polri tinggal sekitar enam tahun lagi sehingga dirinya ingin memanfaatkan jabatan yang diemban saat ini untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat Papua Tengah.
“Saya ini mau pensiun enam tahun lagi, sehingga kehadiran saya di Polda Papua Tengah ingin memberikan pengabdian kepada masyarakat dan negara. Saya berharap masyarakat jangan menilai polisi sebagai musuh,” katanya.
Kapolda menegaskan misinya sebagai pimpinan di Papua Tengah adalah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Misi saya jelas, dengan jabatan ini saya ingin memberikan manfaat bagi masyarakat. Minimal saya menjadi fasilitator bagi masyarakat,” tutupnya. (IT)









