DEIYAI — Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Deiyai menggelar kegiatan pelatihan dan pembekalan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diikuti oleh para ketua dan anggota BUMDes dari 67 kampung di Kabupaten Deiyai.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat DPRD (Sekwan) Kabupaten Deiyai pada Selasa, 19/5/2026 dengan menghadirkan drh. Daud Edowai sebagai pemateri utama.
Dalam kesempatan tersebut, drh. Daud Edowai menyampaikan materi mengenai manajemen peternakan dan kesehatan ternak babi sebagai salah satu sektor usaha strategis yang dinilai mampu meningkatkan perekonomian masyarakat kampung apabila dikelola secara baik, sehat, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa peternakan babi memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Deiyai. Oleh karena itu, pengelolaan ternak tidak boleh lagi dilakukan secara tradisional semata, tetapi harus mulai diarahkan pada sistem peternakan yang teratur, modern, dan berbasis kesehatan hewan.
Menurutnya, keberhasilan usaha peternakan sangat ditentukan oleh tiga aspek utama, yakni manajemen kandang, pemberian pakan yang tepat, dan pengendalian kesehatan ternak. Ketiga aspek tersebut harus dijalankan secara bersamaan agar ternak dapat tumbuh sehat, produktif, dan memiliki nilai jual tinggi.
“Peternakan babi merupakan salah satu sumber ekonomi masyarakat yang sangat potensial. Namun untuk mendapatkan hasil maksimal, peternak harus memperhatikan pola pemeliharaan, kebersihan kandang, kualitas pakan, serta pencegahan penyakit,” ujar drh. Daud Edowai saat menyampaikan materi.
Dalam pemaparannya, ia menerangkan bahwa kandang ternak harus dibuat pada lokasi yang aman, memiliki sirkulasi udara yang baik, mudah dibersihkan, dan jauh dari sumber pencemaran. Kebersihan kandang dinilai sangat penting karena lingkungan yang kotor dapat memicu munculnya berbagai penyakit menular pada ternak babi.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemberian pakan bergizi yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup. Pakan yang baik akan membantu mempercepat pertumbuhan ternak dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Di bidang kesehatan ternak, drh. Daud mengingatkan para peserta untuk memperhatikan vaksinasi, pemeriksaan rutin, serta penanganan cepat apabila ditemukan gejala penyakit pada ternak. Ia menjelaskan bahwa penyakit pada babi dapat menyebar dengan cepat apabila peternak tidak menjaga kebersihan kandang dan tidak melakukan pengawasan kesehatan secara berkala.
“Pencegahan jauh lebih penting dibanding pengobatan. Karena itu, peternak harus rutin membersihkan kandang, memisahkan ternak yang sakit, dan segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan hewan apabila ada gejala penyakit,” tambahnya.
Ia juga mengajak pengurus BUMDes untuk menjadikan sektor peternakan sebagai program usaha kampung yang dikelola secara bersama-sama melalui sistem kelompok. Dengan manajemen yang baik, usaha peternakan dinilai mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendukung ketahanan pangan di tingkat kampung.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta yang berasal dari berbagai distrik dan kampung di Kabupaten Deiyai. Para ketua dan anggota BUMDes tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait teknik pemeliharaan ternak, pengelolaan usaha, hingga penanganan penyakit ternak babi.
DPMK Kabupaten Deiyai berharap melalui kegiatan pelatihan tersebut, pengurus BUMDes dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengembangkan usaha peternakan di kampung masing-masing. Pemerintah juga mendorong agar BUMDes tidak hanya menjadi lembaga administrasi, tetapi benar-benar mampu mengelola usaha produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Deiyai menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas ekonomi kampung melalui pengembangan sektor peternakan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. (SK)







