DEIYAI — Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar Pelatihan Kemampuan Dasar bagi anggota Satpol PP Kabupaten Deiyai di Aula Tuyana, Waghete, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari kerja tersebut diikuti sebanyak 101 peserta dan terlaksana melalui dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Pelatihan diselenggarakan Satpol PP Kabupaten Deiyai bekerja sama dengan Polres Deiyai.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas, disiplin, dan profesionalisme anggota Satpol PP dalam menjalankan tugas penegakan peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Materi yang diberikan meliputi peraturan perundang-undangan, pelatihan baris berbaris (PBB), teknis pengamanan, hingga penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Sekretaris Satpol PP Kabupaten Deiyai, Yakobus Dumupa, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas anggota Satpol PP agar lebih siap menjalankan tugas di lapangan.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas, keahlian, dan profesionalisme anggota Satpol PP, sekaligus memperkuat kemampuan dalam menjaga ketertiban umum dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Acara pembukaan turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Deiyai, Kapolres Deiyai Kompol Sarifudin Ahmad, SH., MH., para instruktur dan narasumber, pejabat Satpol PP, serta seluruh peserta pelatihan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Deiyai, Mesak Pakage, SE., yang mewakili Bupati Deiyai.
Dalam sambutannya, Mesak Pakage menegaskan bahwa Satpol PP memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pemerintah daerah dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
“Satpol PP adalah wajah pemerintah daerah di tengah masyarakat. Karena itu, setiap anggota harus memiliki disiplin, loyalitas, kemampuan teknis, dan sikap pelayanan yang humanis serta profesional,” katanya.
Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara maksimal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi dan bimbingan teknis langsung dari para instruktur dan narasumber kepada seluruh peserta selama masa pelatihan berlangsung. (SK)







