Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

Headline

IPMADO Studi Nabire Gelar Aksi Solidaritas Nasional, Polisi Izinkan Long March ke DPRP Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					IPMADO Studi Nabire Gelar Aksi Solidaritas Nasional, Polisi Izinkan Long March ke DPRP Papua Tengah Perbesar

NABIRE – Ikatan Pelajar Dogiyai (IPMADO) Studi Nabire bersama aliansi pelajar dan mahasiswa dari delapan kabupaten di Kota Nabire, Provinsi Papua Tengah, menggelar aksi solidaritas nasional sebagai bentuk duka cita dan kepedulian kemanusiaan atas tragedi berdarah yang terjadi di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret hingga 2 April 2026.

Aksi damai tersebut dilakukan untuk menyuarakan keprihatinan terhadap korban jiwa dari masyarakat sipil yang meninggal dunia dalam insiden tersebut, sekaligus menuntut penyelesaian hukum yang adil, transparan, dan bertanggung jawab.

Massa aksi melakukan konsolidasi di sejumlah titik di Kota Nabire, di antaranya Wadio, Siriwini, Uswim, serta Pasar Karang. Dari seluruh titik aksi, massa di Pasar Karang terlihat paling banyak dengan berbagai orasi kemanusiaan yang disampaikan secara bergantian oleh mahasiswa dan pelajar.

Dalam aksi di titik Pasar Karang, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu turun langsung menemui massa aksi untuk memberikan arahan dan melakukan negosiasi terkait jalannya demonstrasi.

Dalam penyampaiannya, Kapolres menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak melarang masyarakat menyampaikan aspirasi, namun seluruh kegiatan di lapangan harus tetap memperhatikan aturan dan ketertiban umum.

“Hari ini bergabung dari Cipayung, GMNI dan lain-lain. Semua kebijakan di lapangan terkait aksesibilitas jalan raya yang bertanggung jawab penuh adalah Polri,” ujar Kapolres di hadapan massa aksi.

Ia juga meminta para koordinator lapangan agar menjaga komunikasi dan memberikan pemahaman kepada peserta aksi supaya penyampaian aspirasi tetap berjalan aman dan tertib.

Kapolres Nabire menyampaikan bahwa sejak pagi pihak kepolisian telah memberikan opsi kepada massa aksi untuk langsung diangkut menggunakan truk menuju Kantor DPRP Papua Tengah guna menyampaikan aspirasi secara resmi.

Namun massa aksi tetap meminta melakukan long march dari Pasar Karang menuju kantor DPRP Papua Tengah. Setelah melalui proses negosiasi dan saling tawar-menawar antara aparat keamanan dan koordinator aksi, akhirnya pihak kepolisian mengizinkan long march khusus untuk massa aksi dari titik Pasar Karang.

Situasi aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dari Polres Nabire dan Polda Papua Tengah guna memastikan jalannya demonstrasi tetap aman dan kondusif. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRIDA Mimika dan Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemerintah serta Kepuasan Masyarakat

3 November 2026 - 12:28 WIB

IMG 20261103 WA0081

Pemkab Mimika Hadirkan MAITUA, Dorong Transformasi Tata Kelola Data Daerah

3 November 2026 - 12:23 WIB

IMG 20261103 WA0079

Masuk Bulan November, Realisasi Keuangan Kabupaten Mimika 2026 Baru 52 Persen

3 November 2026 - 12:20 WIB

IMG 20261103 WA0002

Pemkab Mimika Evaluasi Pemberlakuan PJJ, Sekolah Berpeluang Kembali Gelar PTM

3 November 2026 - 12:14 WIB

IMG 20261102 WA0025

Lewat Program Poliran, Kapolsek Jila Ajak Warga Bangkit dan Mandiri Secara Ekonomi

3 November 2026 - 12:09 WIB

IMG 20261103 210711
Trending di News