Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026

Headline

Potensi Konflik Mencuat di Gamei KM 74 Nabire, Warga Desak Pemekaran Kampung

Etty Welerbadge-check


					Potensi Konflik Mencuat di Gamei KM 74 Nabire, Warga Desak Pemekaran Kampung Perbesar

Nabire – Potensi konflik horizontal di wilayah Kampung Gamei KM 74, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai mencuat menyusul adanya indikasi kandungan emas di kawasan tersebut.

Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat, termasuk melakukan pemekaran kampung, guna mengantisipasi gejolak sosial yang berpotensi terjadi.

Kekhawatiran utama muncul terkait kemungkinan masuknya pendatang dalam jumlah besar untuk mengakses sumber daya emas, yang dinilai dapat memicu konflik antara masyarakat asli Papua dan kelompok pendatang.

Yakobus Tagi, intelektual SIMAPITOWA, menilai potensi konflik tersebut harus diantisipasi sejak dini melalui langkah administratif dan penguatan tata kelola wilayah.

“Jika tidak segera diambil langkah, masyarakat dari berbagai kelompok bisa berdatangan ke wilayah Gamei KM 74 karena potensi emas yang besar. Ini berisiko menimbulkan konflik horizontal,” ujarnya dalam keterangan kepada media, Jumat (27/3/2026).

Menurut Yakobus, pemekaran kampung menjadi langkah strategis untuk memperkuat kontrol pemerintah dan masyarakat adat terhadap wilayah tersebut, sekaligus mencegah masuknya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia juga mengingatkan adanya potensi masuknya perusahaan ilegal yang dapat melakukan aktivitas tanpa sepengetahuan otoritas adat maupun pemerintah daerah.

“Perusahaan ilegal bisa saja masuk tanpa diketahui kepala suku, dinas kehutanan, dinas lingkungan hidup, maupun pemerintah daerah. Ini yang harus diantisipasi sejak sekarang,” katanya.

Penataan Internal Mulai Dilakukan

Di tengah meningkatnya kekhawatiran, masyarakat setempat disebut telah mulai melakukan penataan wilayah secara internal. Hal ini ditandai dengan pembentukan lima rukun tetangga (RT), yakni:

* RT 1 Kali Buaya
* RT 2 Wagauwo
* RT 3 Bintang Timur 74
* RT 4 64
* RT 5 Enam Dua

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kesiapan awal masyarakat dalam menghadapi dinamika yang berkembang, khususnya terkait potensi eksploitasi sumber daya alam.

Selain itu, masyarakat adat bersama pihak terkait, termasuk SIMAPITOWA dan pemerintah daerah melalui bagian tata pemerintahan (Tapem), didorong segera melakukan sosialisasi kepada warga. Tujuannya untuk memperkuat pemahaman bersama terkait pengelolaan wilayah dan potensi sumber daya emas.

Desakan pemekaran Kampung Gamei KM 74 kini menjadi sorotan sebagai langkah preventif untuk meredam potensi konflik sosial akibat perebutan sumber daya alam.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret, baik melalui kebijakan administratif maupun penguatan pengawasan, sebelum situasi berkembang menjadi konflik terbuka di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana pemekaran maupun langkah penanganan di wilayah tersebut.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelarian Berakhir, Pelaku Penganiayaan Berat di Mapurujaya Dibekuk Tim Babat Satreskrim Polres Mimika

21 Juli 2026 - 03:23 WIB

IMG 20260721 WA0003

Lomba Bertutur Cerita Rakyat Mimika Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

21 Juli 2026 - 02:58 WIB

IMG 20260720 WA0051

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting

21 Juli 2026 - 01:55 WIB

Poe5sxfxexbgb6v

Bupati Deiyai Tekankan Disiplin ASN, Penempatan Sesuai Kompetensi dan Percepatan Pembinaan CPNS, PPPK, THK2

20 Juli 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260720 WA0050

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, OPD Diminta Perkuat Koordinasi

20 Juli 2026 - 12:54 WIB

IMG 20260720 WA0035
Trending di Headline