Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Jelang Lebaran, Harga Cabai di Timika Melonjak Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Etty Welerbadge-check


					Jelang Lebaran, Harga Cabai di Timika Melonjak Tembus Rp120 Ribu per Kilogram Perbesar

TIMIKA — Dua hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas masyarakat di Pasar Sentral Timika meningkat signifikan. Warga memadati pasar untuk membeli berbagai kebutuhan menjelang perayaan Lebaran.

Lonjakan permintaan turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama cabai rawit lokal yang kini mencapai Rp120 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu pedagang di Pasar Sentral, Beni, mengatakan kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan merupakan hal yang kerap terjadi, terutama pada komoditas cabai.

“Dalam beberapa hari ini harga cabai terus naik, dan hari ini paling tinggi. Besok kemungkinan masih bisa berubah,” ujarnya saat ditemui, Kamis (19/03/2026).

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika, Sabelina Fitriani, bersama jajarannya melakukan pemantauan langsung ke Pasar Sentral.

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa stok cabai rawit lokal sebenarnya masih mencukupi karena masa panen petani yang sedang tinggi. Namun, tingginya permintaan dari luar daerah dengan harga lebih mahal memicu petani dan pedagang menaikkan harga di pasar lokal.

“Cabai dari Timika banyak dikirim ke luar daerah dengan harga yang lebih tinggi. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Mimika,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Disperindag Mimika berencana mempertimbangkan pembatasan distribusi cabai ke luar daerah, termasuk komoditas lain yang berpotensi mengalami lonjakan harga.

Sementara itu, harga komoditas lainnya di Pasar Sentral terpantau relatif stabil, seperti bawang merah dan bawang putih di kisaran Rp60 ribu per kilogram, tomat Rp35 ribu per kilogram, serta sayuran hijau sekitar Rp5 ribu per ikat. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News