JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Ribka Haluk meminta pemerintah daerah bersama aparat TNI-Polri segera menjamin keamanan 11 bandara perintis di wilayah Papua yang ditutup sementara pascapenembakan yang menewaskan dua pilot di Boven Digoel, Papua Selatan.
Penutupan sementara bandara perintis tersebut diumumkan pemerintah pusat sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan penerbangan serta keamanan operasional bandara di wilayah rawan gangguan keamanan.
Ribka Haluk menegaskan perlunya percepatan pergeseran aparat keamanan di 11 daerah yang bandaranya ditutup. Menurutnya, bandara dapat kembali dibuka apabila jaminan keamanan sudah terpenuhi.
“Kementerian Perhubungan juga sudah menyurat kepada TNI-Polri selaku aparat keamanan,” ujar Ribka Haluk.
Selain aparat keamanan, ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah, baik gubernur di tingkat provinsi maupun bupati di tingkat kabupaten, untuk segera berkoordinasi agar layanan penerbangan sebagai bagian dari pelayanan kemasyarakatan dapat kembali berjalan.
“Artinya, pelayanan kemasyarakatan harus kembali berjalan, terutama hingga ke daerah pelosok,” katanya.
Ribka Haluk yang juga Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua berharap Kementerian Pertahanan dapat menginstruksikan jajarannya, termasuk Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) dan para Pangdam, untuk memperkuat pengamanan bandara. Ia juga meminta Kapolri dan para Kapolda memberikan atensi serius terhadap persoalan ini.
“Sebab, kalau tidak ada jaminan keamanan di bandara, maka Kementerian Perhubungan juga tidak dapat menjamin penerbangan dapat dilakukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, para gubernur, bupati, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah terkait harus segera duduk bersama aparat keamanan guna memastikan pengamanan bandara, sehingga pelayanan penerbangan bagi masyarakat dapat kembali beroperasi normal.
“Gubernur dan para bupati, serta Forkopimda di daerah harus segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam pengamanan bandara,” pungkasnya.
Daftar 11 bandara perintis yang ditutup sementara di wilayah Papua :
1. Satpel Koroway Batu, Boven Digoel
2. Bandara Bomakia, Boven Digoel
3. Satpel Yaniruma, Boven Digoel
4. Satpel Manggelum, Boven Digoel
5. Lapter Kapiraya, Deiyai
6. Lapter Iwur, Pegunungan Bintang
7. Lapter Faowi, Puncak Jaya
8. Lapter Dagai, Puncak Jaya
9. Lapter Aboy, Pegunungan Bintang
10. Lapter Teraplu, Pegunungan Bintang
11. Lapter Beoga, Puncak. (MB)







