Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba

adminbadge-check


					Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba Perbesar

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) sebagai langkah strategis memperkuat pendidikan karakter dan pencegahan narkoba di lingkungan sekolah. Program ini diluncurkan pada Kamis (12/2/2026) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jawa Timur, dengan dukungan berbagai pihak terkait.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, program IKAN menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membangun budaya sekolah yang bersih narkoba sekaligus melindungi masa depan generasi muda melalui pendidikan karakter yang kuat. Ia menegaskan bahwa kurikulum ini tidak menciptakan beban baru, tetapi justru memperkaya pembelajaran dengan memasukkan nilai-nilai pencegahan narkoba ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.

“Program ini merupakan langkah nyata kolaborasi Kemendikdasmen dengan BNN untuk membangun lingkungan yang aman dari penyalahgunaan narkotika di sekolah,” ujar Mu’ti saat peluncuran.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan integrasi kurikulum ini merupakan bagian dari strategi nasional Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). Ia menambahkan bahwa materi pencegahan akan dipadukan dengan mata pelajaran seperti Biologi dan Matematika sehingga siswa dapat memahami bahaya narkoba secara kontekstual tanpa merasa terbebani di sekolah.

Program IKAN ini menyasar mulai jenjang TK/PAUD hingga SMA/SMK/sederajat, dengan panduan resmi berupa Buku Pedoman Integrasi Kurikulum Anti Narkoba yang telah disiapkan untuk digunakan di seluruh satuan pendidikan.

Selain itu, Unesa selaku mitra strategis turut mengimplementasikan materi pendidikan pencegahan narkoba dalam kegiatan sekolah mereka, termasuk program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta program deteksi dini seperti tes urin bagi sivitas akademika.

Mu’ti berharap kurikulum ini dapat mendorong siswa tidak hanya memahami risiko narkoba secara teoritis, tetapi menerapkan sikap hidup sehat dan positif dalam keseharian mereka. “Dengan pemahaman sejak dini, generasi muda diharapkan mampu menjaga diri dari bahaya zat adiktif,” ujarnya menutup pernyataan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Gelar OJT Kusta, Filariasis, dan Hepatitis di Paniai

3 Juni 2026 - 10:35 WIB

IMG 20260603 WA0023

Babak Baru Kasus Sopi Dek 4 KM Leuser, Berkas Tersangka A.T.K Kini di Tangan Kejari Mimika

3 Juni 2026 - 10:31 WIB

IMG 20260603 WA0029

Warna-Warni Bendera Piala Dunia Hiasi Jalanan, Omzet Pedagang Siap Meroket

3 Juni 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260603 WA0028

Hari Kedua Operasi Sikat Cartenz 2026: Polda Papua Tancap Gas Bongkar Jaringan Curanmor Hingga Penjarahan Gudang Distrik

3 Juni 2026 - 10:22 WIB

IMG 20260603 WA0026

Asisten II Setda Deiyai Buka Kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi Kebijakan Pajak Daerah

3 Juni 2026 - 04:43 WIB

IMG 20260603 WA0022
Trending di Headline