Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba

adminbadge-check


					Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba Perbesar

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) sebagai langkah strategis memperkuat pendidikan karakter dan pencegahan narkoba di lingkungan sekolah. Program ini diluncurkan pada Kamis (12/2/2026) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jawa Timur, dengan dukungan berbagai pihak terkait.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, program IKAN menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membangun budaya sekolah yang bersih narkoba sekaligus melindungi masa depan generasi muda melalui pendidikan karakter yang kuat. Ia menegaskan bahwa kurikulum ini tidak menciptakan beban baru, tetapi justru memperkaya pembelajaran dengan memasukkan nilai-nilai pencegahan narkoba ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.

“Program ini merupakan langkah nyata kolaborasi Kemendikdasmen dengan BNN untuk membangun lingkungan yang aman dari penyalahgunaan narkotika di sekolah,” ujar Mu’ti saat peluncuran.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan integrasi kurikulum ini merupakan bagian dari strategi nasional Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). Ia menambahkan bahwa materi pencegahan akan dipadukan dengan mata pelajaran seperti Biologi dan Matematika sehingga siswa dapat memahami bahaya narkoba secara kontekstual tanpa merasa terbebani di sekolah.

Program IKAN ini menyasar mulai jenjang TK/PAUD hingga SMA/SMK/sederajat, dengan panduan resmi berupa Buku Pedoman Integrasi Kurikulum Anti Narkoba yang telah disiapkan untuk digunakan di seluruh satuan pendidikan.

Selain itu, Unesa selaku mitra strategis turut mengimplementasikan materi pendidikan pencegahan narkoba dalam kegiatan sekolah mereka, termasuk program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta program deteksi dini seperti tes urin bagi sivitas akademika.

Mu’ti berharap kurikulum ini dapat mendorong siswa tidak hanya memahami risiko narkoba secara teoritis, tetapi menerapkan sikap hidup sehat dan positif dalam keseharian mereka. “Dengan pemahaman sejak dini, generasi muda diharapkan mampu menjaga diri dari bahaya zat adiktif,” ujarnya menutup pernyataan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cegah Tawuran Anak-anak, Polisi Amankan Meriam Spiritus di Komplek Nawaripi Dalam

19 Oktober 2026 - 09:01 WIB

IMG 20261019 WA0028

DPMPTSP Mimika Bahas Pendelegasian Kewenangan Perizinan dan Strategi Investasi 2026

19 Oktober 2026 - 07:04 WIB

IMG 20261019 160308

Jadi Tuan Rumah Konferensi Kota Toleransi Ke-II Tingkat Nasional, Wabup Emanuel Kemong Minta Panitia Aktif dan Bertanggung Jawab 

19 Oktober 2026 - 07:00 WIB

IMG 20261019 WA0020

Kapolda Papua Tengah Turun Atur Lalu Lintas, Lanjut Pesan Pelajar Nabire Jauhi Narkoba dan Bullying

19 Oktober 2026 - 06:50 WIB

IMG 20261019 154245

Meki Nawipa Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran Papua Tengah

19 Oktober 2026 - 06:19 WIB

IMG 20261019 WA0010
Trending di Headline