Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

Wamendagri Minta Pemda dan TNI-Polri Segera Jamin Keamanan 11 Bandara Perintis di Papua

Etty Welerbadge-check


					Wamendagri Minta Pemda dan TNI-Polri Segera Jamin Keamanan 11 Bandara Perintis di Papua Perbesar

JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Ribka Haluk meminta pemerintah daerah bersama aparat TNI-Polri segera menjamin keamanan 11 bandara perintis di wilayah Papua yang ditutup sementara pascapenembakan yang menewaskan dua pilot di Boven Digoel, Papua Selatan.

Penutupan sementara bandara perintis tersebut diumumkan pemerintah pusat sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan penerbangan serta keamanan operasional bandara di wilayah rawan gangguan keamanan.

Ribka Haluk menegaskan perlunya percepatan pergeseran aparat keamanan di 11 daerah yang bandaranya ditutup. Menurutnya, bandara dapat kembali dibuka apabila jaminan keamanan sudah terpenuhi.

“Kementerian Perhubungan juga sudah menyurat kepada TNI-Polri selaku aparat keamanan,” ujar Ribka Haluk.

Selain aparat keamanan, ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah, baik gubernur di tingkat provinsi maupun bupati di tingkat kabupaten, untuk segera berkoordinasi agar layanan penerbangan sebagai bagian dari pelayanan kemasyarakatan dapat kembali berjalan.

“Artinya, pelayanan kemasyarakatan harus kembali berjalan, terutama hingga ke daerah pelosok,” katanya.

Ribka Haluk yang juga Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua berharap Kementerian Pertahanan dapat menginstruksikan jajarannya, termasuk Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) dan para Pangdam, untuk memperkuat pengamanan bandara. Ia juga meminta Kapolri dan para Kapolda memberikan atensi serius terhadap persoalan ini.

“Sebab, kalau tidak ada jaminan keamanan di bandara, maka Kementerian Perhubungan juga tidak dapat menjamin penerbangan dapat dilakukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, para gubernur, bupati, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah terkait harus segera duduk bersama aparat keamanan guna memastikan pengamanan bandara, sehingga pelayanan penerbangan bagi masyarakat dapat kembali beroperasi normal.

“Gubernur dan para bupati, serta Forkopimda di daerah harus segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam pengamanan bandara,” pungkasnya.

Daftar 11 bandara perintis yang ditutup sementara di wilayah Papua :

1. Satpel Koroway Batu, Boven Digoel

2. Bandara Bomakia, Boven Digoel

3. Satpel Yaniruma, Boven Digoel

4. Satpel Manggelum, Boven Digoel

5. Lapter Kapiraya, Deiyai

6. Lapter Iwur, Pegunungan Bintang

7. Lapter Faowi, Puncak Jaya

8. Lapter Dagai, Puncak Jaya

9. Lapter Aboy, Pegunungan Bintang

10. Lapter Teraplu, Pegunungan Bintang

11. Lapter Beoga, Puncak. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pokja PAUD Kabupaten Paniai Gelar Pembekalan TIM dan Fokus Materi Meningkatkan Kapasitas

22 April 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260422 WA0051

Silwanus Sumule: Propemperda 2026 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Papua Tengah 

22 April 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260422 WA0043

Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Papua Tuntas Diverifikasi

22 April 2026 - 11:37 WIB

IMG 20260422 WA0010

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

22 April 2026 - 11:30 WIB

IMG 20260421 WA0039

Pemkab Mimika Evaluasi Layanan Publik, Wabup Tekankan Kepercayaan Masyarakat

22 April 2026 - 11:26 WIB

IMG 20260422 WA0030
Trending di Headline