Menu ✖

Mode Gelap
Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua

Headline

Dinas Pertanian Deiyai Panen Kol di Kebun Percontohan: Ajak Masyarakat Optimalkan Lahan Tidur

Etty Welerbadge-check


					Dinas Pertanian Deiyai Panen Kol di Kebun Percontohan: Ajak Masyarakat Optimalkan Lahan Tidur Perbesar

DEIYAI — Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai menggelar aksi panen sayur kol bersama di kebun percontohan, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan dinas, mulai dari Sekretaris, Kepala Bidang, hingga para tenaga kontrak dan penyuluh lapangan.
Program penanaman ini berjalan di bawah pengawasan ketat Kepala Bidang Pertanian dan Hortikultura, Ibu Yakomina Pigome, SP.

Keberhasilan panen ini menjadi bukti nyata bahwa tanah Deiyai memiliki potensi luar biasa untuk pengembangan berbagai komoditas pangan.

Img 20260212 wa0098

Menjadi Pusat Pembelajaran Masyarakat
Kepala Dinas Pertanian, Aleks Pigai, M.Pd, menegaskan bahwa kebun ini bukan sekadar lahan produksi, melainkan laboratorium alam bagi warga.

“Kebun percontohan ini sengaja kami siapkan sebagai pusat belajar. Bagi masyarakat yang ingin mendalami teknik menanam sayur-sayuran, bawang merah, maupun bawang putih, silakan datang dan belajar langsung di sini,” ujar Aleks Pigai.

Dinas Pertanian berharap melalui contoh nyata ini, masyarakat Deiyai terdorong untuk kembali ke kebun. Saat ini, komoditas yang dikembangkan tidak terbatas pada kol saja, tetapi juga merambah ke sawi bungkus serta bawang merah dan putih yang terbukti tumbuh subur di wilayah tersebut.

Img 20260212 wa0097

Ada beberapa poin utama yang ditekankan oleh pemerintah daerah:

1.Substitusi Impor: Target utamanya adalah agar sayur-sayuran tidak lagi didatangkan dari luar daerah, melainkan diproduksi sendiri oleh petani lokal.

2. Pemanfaatan Lahan Tidur: Masyarakat diimbau untuk membersihkan rumput liar di sekitar rumah maupun pinggir jalan dan mengubahnya menjadi lahan produktif.

3. Peningkatan Ekonomi: Dengan bertani secara tekun, ekonomi keluarga diharapkan dapat meningkat secara mandiri.

4. Potensi Ekspor Antar-Daerah: Jika serapan pasar di Waghete sudah terpenuhi dan harga stabil, Deiyai diproyeksikan mampu menyuplai sayur ke kabupaten lain.

Aleks Pigai mengamati bahwa saat ini masih banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan bersantai yang tidak produktif dan mulai mengolah tanah.

“Kami sudah membuktikannya. Hasil panen bawang dan sayuran kami sangat luar biasa. Kami mengajak masyarakat, mari kembali ke kebun. Jangan biarkan lahan kita ditumbuhi rumput, manfaatkanlah untuk masa depan ekonomi yang lebih baik,” tutupnya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Matangkan Perencanaan Kota Kapiraya, Siapkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Wilayah Pesisir

22 Oktober 2026 - 16:14 WIB

20261022

Disdik Mimika Buka Dispensasi Sekolah di Tengah Kebijakan PJJ Akibat Kabut Asap

22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

IMG 20261022 WA0003

Wabup Nabire Tekankan Edukasi dan Deteksi Dini dalam Pencegahan Penyakit Menular

22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261023 WA0027

Harga Cabai di Timika Tembus Rp120.000/ Kilogram

22 Oktober 2026 - 15:15 WIB

IMG 20261023 001430

Satpol PP Mimika Sita 500 Liter Miras, Warga Diminta Lapor Di Aplikasi PAMU

22 Oktober 2026 - 15:04 WIB

IMG 20261023 WA0001
Trending di Headline