NABIRE — Bupati Kabupaten Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan komitmennya mendukung penuh program prioritas pendidikan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley.
Hal itu disampaikan Aner Maisini dalam keterangan pers kepada awak media pada Kamis, 5 Februari 2026. Ia menyebutkan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama untuk mengubah pola pikir (mindset) dan kualitas manusia Papua Tengah ke arah yang lebih baik.
“Pendidikan itu sangat penting karena mengubah mindset dan mengubah manusia. Memperbaiki masa depan Papua Tengah hanya bisa dilakukan melalui pendidikan,” ujar Aner.
Salah satu program unggulan Pemprov Papua Tengah, lanjut Aner, adalah Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang diberlakukan di delapan kabupaten, termasuk Kabupaten Intan Jaya. Program tersebut telah resmi dilaunching di Intan Jaya pada 27 Januari 2026 dan saat ini sudah mulai berjalan.
Program SSH di Intan Jaya dikelola oleh Universitas Papua (UNIPA) di bawah koordinasi Dr. Agus Sumule. Aner menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah atas langkah strategis tersebut.
“Ini adalah langkah yang tepat untuk membangun manusia. Tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, pembangunan infrastruktur tidak akan berjalan dengan baik,” katanya.
Selain SSH, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya juga siap menjalankan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dikelola oleh masyarakat lokal. Menurut Aner, pelibatan masyarakat lokal penting agar pengelolaan berbasis kearifan lokal dan mampu menggerakkan ekonomi daerah.
“Makanan akan menggunakan bahan pangan lokal. Perputaran ekonomi bisa terjadi di Intan Jaya. Ada sekitar 13 titik yang akan dikelola oleh investor orang asli daerah,” jelasnya.
Aner menambahkan, pelaksanaan MBG tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Badan Gizi Nasional. Seluruh persiapan dari pihak investor lokal, termasuk lokasi dan perlengkapan, telah dinyatakan siap.
Di sektor pendidikan, Pemkab Intan Jaya juga telah melakukan evaluasi terhadap guru dan kepala sekolah. Guru yang tidak aktif mengajar akan diberikan sanksi berupa penghentian gaji dan tunjangan.
“Langkah-langkah ini sudah mulai kami ambil agar pendidikan benar-benar berjalan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun sebelumnya terdapat tantangan keamanan, dalam satu tahun terakhir kondisi relatif kondusif sehingga sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan mulai berjalan normal. Pada tahun 2026, fokus pembangunan akan diperluas ke wilayah barat dan timur Intan Jaya, termasuk pembangunan rumah layak huni dan penguatan sektor pendidikan.
Menutup pernyataannya, Aner Maisini menegaskan bahwa seluruh kabupaten di Papua Tengah mendukung penuh kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur yang menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.
“Ini sejalan dengan cita-cita Presiden dan amanat Daerah Otonomi Baru. Kami di Intan Jaya siap mendukung dan menjalankan seluruh program tersebut,” pungkasnya. (MB)









