Nabire – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Yusuf Makai Nabire menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Tahun Akademik 2025/2026, di Aula Kelurahan SP1, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Wisuda mengusung tema “Inilah aku, utuslah aku” (Yesaya 6:8) dan mewisudakan 15 mahasiswa dari dua program studi, yakni Sarjana Pendidikan Agama Kristen (SPAK) dan Sarjana Theologia (STh).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Gubernur Papua Tengah, anggota C & MA GKII Pdt. Benny Yordan, Ketua GKII Wilayah III Papua Tengah Pdt. Yoakim Mote, pimpinan OPD, para hamba Tuhan, tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta ratusan keluarga wisudawan.
Ketua STT Yusuf Makai Nabire, Pdt. Misal Magai, dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda sekaligus pencapaian penting lembaga pendidikan teologi tersebut.
“Puji Tuhan, hari ini kami dapat meluluskan sarjana pendidikan agama Kristen dan sarjana teologi. Ini merupakan langkah maju yang kami wujudkan melalui pendidikan teologi,” ujar Pdt. Misal.

Ia menjelaskan bahwa STT Yusuf Makai telah terakreditasi secara resmi, baik secara institusi maupun program studi, dengan nilai akreditasi kumulatif 3,41 (B).
“Akreditasi ini dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Republik Indonesia. Ini berarti STT Yusuf Makai berdiri secara sah sebagai perguruan tinggi yang melayani gereja, masyarakat, dan pemerintah, khususnya di Provinsi Papua Tengah,” katanya.
Menurutnya, momen wisuda ini juga menjadi bersejarah karena para lulusan kini memperoleh ijazah negara yang dapat digunakan tidak hanya untuk pelayanan gereja, tetapi juga untuk pengabdian di masyarakat dan pemerintahan.
“Ini yang selama ini dirindukan mahasiswa dan dosen. Ijazah negara ini menjadi alat untuk melayani secara luas, baik di gereja maupun di pemerintahan,” ujarnya.
Pdt. Misal berharap 15 lulusan STT Yusuf Makai mampu menghasilkan buah pelayanan, menanamkan nilai-nilai iman, serta berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua.
“Harapan kami bersama gereja, pemerintah, dan orang tua, para lulusan ini dapat mengembangkan potensi ilmunya dan mencetak generasi yang takut Tuhan demi kemajuan gereja dan Injil di Tanah Papua,” katanya.
Sementara itu, mewakili Bupati Nabire, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nabire, Martinus Makai, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan sivitas akademika STT Yusuf Makai atas penyelenggaraan wisuda dan peringatan Dies Natalis pertama kampus tersebut.
“Ini adalah tonggak sejarah penting dalam perjalanan STT Yusuf Makai membangun sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berkarakter,” kata Martinus.
Ia menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih wisudawan bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian nyata di tengah masyarakat yang majemuk dan penuh tantangan.
“Ilmu yang diperoleh harus menjadi terang dan berkat, tidak hanya di mimbar gereja, tetapi juga di tengah kehidupan sosial,” ujarnya.
Martinus juga menyebut STT Yusuf Makai memiliki peran strategis dalam mencetak pemimpin rohani yang beriman, berwawasan kebangsaan, dan berkomitmen menjaga persatuan gereja serta kerukunan di Tanah Papua.
Pemerintah Kabupaten Nabire, lanjutnya, mendorong daerah-daerah di Papua Tengah untuk mengutus generasi muda belajar di STT Yusuf Makai Nabire, mengingat kampus tersebut telah memiliki legalitas dan akreditasi resmi.
“Tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah, karena STT Yusuf Makai ada di Nabire dan sudah terakreditasi,” katanya.
Wisuda ditutup dengan doa dan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati, serta harapan agar mereka setia menjalankan panggilan pelayanan di mana pun diutus. (MB)








