NABIRE – Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah, Okto Pakage, menegaskan pentingnya peran Kepala Suku Mee dalam menjaga keharmonisan sosial, pelestarian budaya, serta mendukung pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara pengukuhan Kepala Suku Mee Provinsi Papua Tengah yang berlangsung khidmat bertempat Aula Bethesda Karang Mulia Nabire Papua Tengah Rabu, (28/1/2026).

Dalam sambutannya, Okto Pakage menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala Suku Mee yang baru dikukuhkan. Ia menyebut pengukuhan tersebut sebagai momentum penting, tidak hanya bagi Suku Mee, tetapi juga bagi Provinsi Papua Tengah dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
“Acara pengukuhan ini bukan sekadar seremoni adat, tetapi menjadi tonggak penting dalam perjalanan Suku Mee dan dalam membangun Papua Tengah sebagai provinsi yang mandiri dan berdaulat di wilayah Meepago,” ujar Okto.
Ia menyampaikan bahwa pembentukan Provinsi Papua Tengah merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri bersama. Seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat, figur-figur terbaik dari wilayah Meepago telah muncul dan dipercaya memimpin, baik di tingkat pemerintahan maupun adat.
Okto juga menyoroti posisi strategis Kepala Suku Mee sebagai tokoh adat dan tokoh masyarakat yang berperan penting dalam menjaga keharmonisan antarwarga, khususnya di tengah tantangan modernisasi dan kompleksitas persoalan sosial di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Kepala suku memiliki peran strategis untuk menata kehidupan masyarakat, menjaga nilai-nilai budaya luhur, serta mewariskan kearifan lokal kepada generasi muda,” katanya.
Menurutnya, Suku Mee merupakan salah satu dari ratusan suku di Tanah Papua yang memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan nilai-nilai luhur yang telah hidup sejak masuknya peradaban dan penyebaran Injil di wilayah Meepago. Oleh karena itu, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama, khususnya para pemimpin adat.
Ia berharap kepengurusan Kepala Suku Mee tingkat provinsi dapat segera menyusun struktur organisasi yang solid serta program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk pembinaan generasi muda Suku Mee di berbagai bidang.
“Program-program kerja harus mampu merangkul masyarakat, mencetak generasi yang berkualitas, serta bersinergi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,” tegasnya.
Pakage juga mendorong agar kepemimpinan adat dapat bersinergi aktif dengan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, seni, dan budaya.
“Kita adalah masyarakat yang memiliki budaya dan seni yang tinggi. Melalui kerja sama dengan pemerintah, budaya kita harus terus dilestarikan dan ditingkatkan,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Sekretaris Kesbangpol Papua Tengah berharap pengukuhan tersebut menjadi awal penguatan peran lembaga adat Suku Mee di tingkat provinsi, sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi badan pengurus adat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara berkelanjutan. (MB)






