Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Konflik Kwamki Narama Berakhir Damai, Pemda Tegaskan Perang Suku ke Depan Diproses Hukum Positif

Etty Welerbadge-check


					Konflik Kwamki Narama Berakhir Damai, Pemda Tegaskan Perang Suku ke Depan Diproses Hukum Positif Perbesar

TIMIKA – Konflik yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi berakhir setelah kedua kubu yang bertikai sepakat berdamai. Kesepakatan tersebut tercapai melalui proses mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Pemerintah Kabupaten Puncak, Pihak Keamanan, Tokoh Agama, Tokoh Adat, MRP Papua Tengah dan pihak lain.

Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, menegaskan bahwa kesepakatan damai ini menjadi yang terakhir, khususnya bagi masyarakat Puncak. Ke depan, setiap konflik serupa tidak lagi diselesaikan melalui mekanisme adat, melainkan akan diproses melalui hukum positif.

“Siapa pun yang melakukan tindakan serupa di kemudian hari, kami serahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan. Saya akan melaporkan ke Polda, Danrem, Dandim, Kapolres, bahkan Gubernur. Saya tegaskan, jika terjadi perang lagi, semuanya diproses secara hukum positif, tidak lagi secara adat,” tegas Nenu Tabuni dalam jumpa pers di Timika, Jumat (9/1/2025).

Img 20260109 wa0008

Ia menambahkan, setelah seluruh rangkaian proses adat perdamaian diselesaikan, warga Kabupaten Puncak yang saat ini berada di Timika akan dipulangkan ke daerah asalnya.

“Kami akan pulangkan orang kami ke Puncak. Tidak boleh lagi membuat masalah di Timika,” ujarnya.

Terkait upaya pencegahan konflik ke depan, Sekda Nenu menyampaikan bahwa Pemerintah akan mendorong lahirnya regulasi khusus melalui Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang mengatur sanksi terhadap perang suku di Papua.

Menurutnya, saat ini telah ada diskusi antara pemerintah dan kalangan intelektual se-Tanah Papua untuk merumuskan pola perdamaian yang berkelanjutan.

“Jika terjadi perang suku, baik di wilayah pegunungan maupun pesisir, kami dari unsur gereja, pemerintah, dan adat akan menyampaikan aspirasi kepada Majelis Rakyat Papua (MRP) dan DPR Papua Tengah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, MRP sebagai representasi orang asli Papua diharapkan menyusun draf sanksi terhadap pelaku perang suku. Selanjutnya, DPR Papua Tengah akan merumuskan Perdasi dan Perdasus yang secara khusus mengatur sanksi hukum bagi konflik antarsuku.

“Konflik hari ini kita anggap yang terakhir. Ke depan semuanya harus melalui proses hukum. Kita atur secara perundang-undangan, disusun dari bawah oleh orang Papua sendiri. Nantinya MRP dan DPRP akan melibatkan akademisi dan ahli hukum, serta berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Bahkan jika perlu, dilakukan revisi Undang-Undang Otonomi Khusus agar ada pasal khusus yang mengatur perang suku dan penyelesaiannya melalui hukum positif,” pungkas Nenu Tabuni.

Pertemuan proses perdamaian dua kubu yang bertikai di Kwamki Narama, berlangsung di Pendopo dan telah menyusun kesepakatan bersama yang isinya point penting untuk tidak ada lagi konflik antar suku maupun keluarga. Pernyataan ini akan di tanda tangani saat proses perdamaian pada Senin (12/1/2025) nanti. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline