Menu

Mode Gelap
Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif Era Baru Pemerintahan, Inpres Sepak Bola 2019 Dinilai Masih Relevan Ketua DPD RI Lepas Timnas Pelajar U-17 BLiSPI Berlaga ke Thailand di Momen Idulfitri

Headline

Menuju Papua Harmonis dan Damai, Gubernur dan Kemenag Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Etty Welerbadge-check


					Menuju Papua Harmonis dan Damai, Gubernur dan Kemenag Perkuat Kerukunan Umat Beragama Perbesar

JAYAPURA – Komitmen mewujudkan Papua yang harmonis dan damai ditegaskan Gubernur Provinsi Papua, Mathius D. Fakhiri, saat wawancara usai Upacara Bendera Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, pada Sabtu (03/01/26).

Dalam keterangannya, Gubernur menekankan pentingnya penguatan kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan di Tanah Papua melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua dan Kementerian Agama.

Img 20260103 wa0034

Mathius menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas peringatan HAB ke-80 Kemenag. Ia berharap Kemenag, khususnya Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua dan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Papua, dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan bagi seluruh masyarakat Papua.

“Harapan saya, Kementerian Agama terus mendarmabaktikan diri untuk tugas-tugas mulia, terutama dalam mencerdaskan generasi muda melalui penguatan akhlak. Dengan benteng moral yang kuat, Papua akan melahirkan generasi emas di masa depan,” ujarnya.

Mathius juga mendorong agar layanan Kemenag semakin menjangkau seluruh kabupaten di Papua guna memastikan pelayanan keagamaan yang adil dan merata. Menurutnya, toleransi dan kerukunan umat beragama di Papua telah terbangun sejak lama dan menjadi bagian dari identitas masyarakat.

“Sejak saya menjabat sebagai Kapolda Papua hingga kini sebagai Gubernur, saya melihat toleransi di Tanah Papua sangat luar biasa. Ini adalah warisan para leluhur yang harus terus kita jaga dan perkuat, bukan justru melemah karena adanya pemekaran wilayah,” tegasnya.

Terkait upaya meraih Harmony Award, Mathius menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama. Yang paling penting, menurutnya, adalah memastikan kerukunan dan toleransi benar-benar hidup, terjaga, dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Papua.

Senada dengan itu, Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran, menyampaikan bahwa keharmonisan kehidupan beragama di Papua merupakan hasil kerja kolektif lintas elemen, terutama peran aktif para tokoh agama dan lembaga keagamaan.

“Papua dengan slogan Papua Tanah Damai bukan sekadar jargon, tetapi telah menjadi praktik dan budaya bersama. Hal ini tidak lepas dari peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), majelis-majelis agama, serta organisasi kemasyarakatan keagamaan yang secara konsisten bekerja menjaga harmoni,” ungkapnya.

Img 20260103 wa0037

Kakanwil menambahkan, hampir tidak terdapat konflik di Papua yang murni disebabkan oleh persoalan agama. Menurutnya, isu agama kerap ditarik dalam persoalan lain, namun dapat diredam berkat peran aktif para tokoh dan majelis agama yang bekerja secara maksimal.

Terkait Harmony Award, Kakanwil menegaskan bahwa penghargaan tersebut harus lahir dari realitas yang benar-benar dialami masyarakat, bukan hasil rekayasa.

“Harmony harus nyata, dirasakan, dan dinikmati. Bukan karena hal lain, tetapi karena suasana damai itu memang hidup,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kakanwil menekankan pentingnya kolaborasi antara Kemenag dan Pemerintah Provinsi Papua dalam meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB). Menurutnya, Kemenag tidak dapat berjalan sendiri tanpa sinergi, integrasi program, dan kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah.

“Umat yang kami layani adalah masyarakat yang juga dipimpin oleh pemerintah daerah. Karena itu, kolaborasi adalah kunci. Kemenag sebagai penjaga moral akan semakin kuat jika bersanding dengan pemerintah daerah dalam tanggung jawab bersama menjaga kerukunan,” tandasnya.

Img 20260103 wa0035

Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kemenag Provinsi Papua akan menyiapkan surat permohonan audiensi dengan Menteri Agama RI guna memperkuat koordinasi serta membahas langkah-langkah strategis dalam menjaga dan meningkatkan kerukunan umat beragama di Provinsi Papua. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Serahkan 70 SK PNS TH K2, Kepala BKPSDM Papua Tengah: “Harus Disiplin Kerja dan Tanamkan Budaya Malu”

10 April 2026 - 13:14 WIB

IMG 20260410 WA0026

Pemulihan Keamanan Dogiyai Jadi Prioritas, Kapolda: Situasi Mulai Membaik

10 April 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260410 WA0022

IPMADO Sorong Gelar Diskusi Publik tentang Fenomena Media Sosial di Era Digital

10 April 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260410 WA0021

Pertamina Pastikan Pasokan LPG 12 Kg Masuk 14 April, Warga Diminta Tak Panik

10 April 2026 - 12:44 WIB

IMG 20260410 WA0002

Skema Multiyears, Pemkab Mimika Teken MoU Pembangunan Gedung C2 RSUD Mimika

10 April 2026 - 12:35 WIB

IMG 20260410 WA0019
Trending di Headline