Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Bupati Mimika Tegaskan Penataan Pejabat Harus Profesional dan Berbasis Profiling ASN

Etty Welerbadge-check


					Bupati Mimika Tegaskan Penataan Pejabat Harus Profesional dan Berbasis Profiling ASN Perbesar

TIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, kembali menegaskan komitmennya untuk menjalankan sistem pemerintahan yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik penunjukan pejabat berdasarkan like and dislike maupun kepentingan politik. Hal tersebut ia sampaikan dalam keterangannya kepada media terkait proses profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang berlangsung di Kabupaten Mimika.

Johannes mengatakan, seluruh proses penataan pejabat harus mengikuti aturan dan manajemen ASN sebagaimana diatur dalam undang-undang. Menurutnya, setiap pegawai negeri harus melalui mekanisme yang baku, bukan penunjukan sembarangan.

“Pegawai itu harus melakukan sistem seperti begitu, tidak sembarang-sembarang. Pemerintahan saya harus melakukan seperti itu. Semua ada prosedurnya, semua ada aturannya,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dengan mengikuti proses profiling, pemerintah dapat menilai potensi, kompetensi, disiplin, temperamen, hingga kecocokan seorang ASN terhadap jabatan tertentu. Data hasil profiling tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sistem manajemen talenta sebagai dasar penempatan pejabat.

“Nanti di manajemen talenta sudah langsung ketahuan, orang ini cocoknya di sini, orang itu cocoknya di sana. Itu membantu kita daripada tunjuk-tunjuk orang sembarang,” ujarnya.

Menurut Johannes, sistem ini membuat pemerintah dapat mendeteksi apakah seorang pegawai sesuai dengan latar belakang pendidikannya atau mungkin lebih tepat ditempatkan pada bidang lain berdasarkan kemampuan dan karakter.

“Walaupun saya sarjana pertanian, mungkin saya lebih cocok di bidang lain. Profiling ini bisa menunjukkan itu semua,” jelasnya.

Bupati juga memastikan bahwa tenaga guru serta tenaga kesehatan yang belum mendapatkan jabatan memiliki peluang untuk ditempatkan kembali sesuai hasil profiling. Bahkan, tenaga P3K juga akan masuk dalam proses yang sama.

“P3K juga kita profiling supaya kita evaluasi. Kalau memang dia tidak cocok, bisa kita keluarkan,” tegasnya.

Johannes menyebutkan bahwa jumlah pegawai di Kabupaten Mimika saat ini kurang lebih 9.000 orang, terdiri dari sekitar 5.000 ASN dan 4.000 P3K. Seluruhnya secara bertahap akan mengikuti proses profiling sebagai bagian dari pembenahan sistem birokrasi.

Ia menilai bahwa keberhasilan pemerintah bergantung pada kualitas para pejabatnya. Karena itu, ia menolak sistem penempatan pejabat berdasarkan kedekatan atau kepentingan tertentu.

“Harus profesional. Tidak boleh main tunjuk-tunjuk, tidak boleh suka karena tidak suka, bukan karena politik. Kita mau ciptakan pemerintahan yang berwibawa, transparan, dan bisa melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.

Melalui sistem baru ini, Johannes berharap setiap aparatur dapat bekerja sesuai kompetensi dan disiplin kerja yang baik, sehingga pelayanan publik di Mimika semakin meningkat.

“Gimana kalau dia tidak disiplin, dia mau melayani masyarakat? Profiling ini membantu kita lihat semua itu,” tutupnya.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, seluruh proses pengangkatan pejabat akan berpegang pada prinsip profesionalitas.

Saat ini, para ASN, khususnya pejabat eselon III dan IV, tengah mengikuti proses profiling yang merupakan agenda prioritas Badan Kepegawaian Negara (BKN) tahun 2025.

Program ini bertujuan memetakan potensi dan kompetensi ASN secara cepat, objektif, dan terintegrasi sehingga memudahkan penempatan pejabat pada posisi yang tepat. (Etty) 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Rekonstruksi Jalan Hasanuddin, Fondasi Rusak Jadi Prioritas

23 Oktober 2026 - 13:06 WIB

20261022

Peserta IFRC Berbagi Pengetahuan Keselamatan kepada Pelajar di Timika

23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IMG 20261023 WA0109

Beni Ugidipi Yogi Imbau Warga Paniai Timur Jaga Kawasan Keramat dan Tanah Adat

23 Oktober 2026 - 12:47 WIB

IMG 20261023 WA0106

Transformasi Digital Kesehatan, Rumah Sakit di Papua Tengah Didorong Tingkatkan Kualitas Data

23 Oktober 2026 - 12:19 WIB

IMG 20261023 WA0105

Kasus Berdarah di Samabusa, Sat Reskrim Polres Nabire Kumpulkan Bukti dan Keterangan Saksi

23 Oktober 2026 - 12:11 WIB

IMG 20261023 WA0103
Trending di Headline