Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Angkat IPM, Pemprov Papua Tengah Gratiskan Sekolah untuk 24 Ribu Siswa

adminbadge-check


					Angkat IPM, Pemprov Papua Tengah Gratiskan Sekolah untuk 24 Ribu Siswa Perbesar

Timika, Papua Tengah – Harapan ribuan siswa di pelosok Papua Tengah untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik akhirnya terwujud. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah secara resmi meluncurkan program sekolah gratis yang langsung dinikmati oleh 24.481 siswa SMA/SMK mulai tahun 2025 ini.

Kebijakan ini menjadi napas baru bagi banyak keluarga, sekaligus bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan akses pendidikan.

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menyatakan program ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua Tengah.

“Program sekolah gratis ini merupakan langkah pemerintah daerah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Tengah,” kata Gubernur Meki Fritz Nawipa, melansir Antara, Rabu 17 September 2025.

Rincian Penerima Program:

  • Total Sekolah: 124 sekolah
  • Jumlah Siswa: 24.481 siswa
  • Jenis Sekolah:
    • 31 SMA Negeri
    • 40 SMA Swasta
    • 17 SMK Negeri
    • 36 SMK Swasta
  • Cakupan Wilayah: Program ini tersebar di delapan kabupaten: Mimika, Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Deiyai, dan Dogiyai.

Pemprov Papua Tengah tidak berhenti di jenjang SMA/SMK. Gubernur Meki Nawipa menargetkan perluasan program sekolah gratis ke jenjang SD dan SMP pada tahun 2026.

“Kami investasi besar di sektor pendidikan. Targetnya dalam tiga tahun, semua jenjang pendidikan sudah berjalan gratis,” ujarnya.

Selain sekolah gratis, Pemprov juga menyiapkan dua program pendukung lainnya:

  1. Sekolah Sepanjang Hari (SSH) Gratis: Program ini bertujuan mengatasi angka putus sekolah. Sekolah akan beroperasi hingga pukul 15.00 WIT, di mana seluruh kebutuhan makan siswa ditanggung oleh Pemprov. SSH akan dibangun di 10 lokasi, dengan masing-masing dua sekolah di Kabupaten Mimika, Paniai, dan Nabire, serta satu sekolah di lima kabupaten lainnya.
  2. Beasiswa Pendidikan Tinggi: Pemprov mengalokasikan anggaran beasiswa penuh bagi anak-anak Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP yang akan melanjutkan pendidikan tinggi di Timika dan Nabire. Program ini juga mencakup pembangunan asrama sekolah, khususnya bagi anak-anak dari daerah konflik.

“Untuk yang kuliah di Timika dan Nabire semua anak kita biayai baik Papua maupun non Papua. Kami juga lagi bangun asrama sekolah bagi anak-anak di daerah konflik,” tutup Meki.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline