Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Angkat IPM, Pemprov Papua Tengah Gratiskan Sekolah untuk 24 Ribu Siswa

adminbadge-check


					Angkat IPM, Pemprov Papua Tengah Gratiskan Sekolah untuk 24 Ribu Siswa Perbesar

Timika, Papua Tengah – Harapan ribuan siswa di pelosok Papua Tengah untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik akhirnya terwujud. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah secara resmi meluncurkan program sekolah gratis yang langsung dinikmati oleh 24.481 siswa SMA/SMK mulai tahun 2025 ini.

Kebijakan ini menjadi napas baru bagi banyak keluarga, sekaligus bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan akses pendidikan.

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menyatakan program ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua Tengah.

“Program sekolah gratis ini merupakan langkah pemerintah daerah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Tengah,” kata Gubernur Meki Fritz Nawipa, melansir Antara, Rabu 17 September 2025.

Rincian Penerima Program:

  • Total Sekolah: 124 sekolah
  • Jumlah Siswa: 24.481 siswa
  • Jenis Sekolah:
    • 31 SMA Negeri
    • 40 SMA Swasta
    • 17 SMK Negeri
    • 36 SMK Swasta
  • Cakupan Wilayah: Program ini tersebar di delapan kabupaten: Mimika, Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Deiyai, dan Dogiyai.

Pemprov Papua Tengah tidak berhenti di jenjang SMA/SMK. Gubernur Meki Nawipa menargetkan perluasan program sekolah gratis ke jenjang SD dan SMP pada tahun 2026.

“Kami investasi besar di sektor pendidikan. Targetnya dalam tiga tahun, semua jenjang pendidikan sudah berjalan gratis,” ujarnya.

Selain sekolah gratis, Pemprov juga menyiapkan dua program pendukung lainnya:

  1. Sekolah Sepanjang Hari (SSH) Gratis: Program ini bertujuan mengatasi angka putus sekolah. Sekolah akan beroperasi hingga pukul 15.00 WIT, di mana seluruh kebutuhan makan siswa ditanggung oleh Pemprov. SSH akan dibangun di 10 lokasi, dengan masing-masing dua sekolah di Kabupaten Mimika, Paniai, dan Nabire, serta satu sekolah di lima kabupaten lainnya.
  2. Beasiswa Pendidikan Tinggi: Pemprov mengalokasikan anggaran beasiswa penuh bagi anak-anak Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP yang akan melanjutkan pendidikan tinggi di Timika dan Nabire. Program ini juga mencakup pembangunan asrama sekolah, khususnya bagi anak-anak dari daerah konflik.

“Untuk yang kuliah di Timika dan Nabire semua anak kita biayai baik Papua maupun non Papua. Kami juga lagi bangun asrama sekolah bagi anak-anak di daerah konflik,” tutup Meki.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kunjungan Pasien di Puskesmas Waghete Deiyai Tembus 80 Orang per Hari

6 November 2026 - 11:26 WIB

IMG 20261106 WA0022

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019
Trending di News