Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Akar Masalah Papua Mendesak Diselesaikan, Fokus Ekonomi Saja Tak Cukup!

adminbadge-check


					Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, Perbesar

Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma,

Jakarta – Pemerintah didesak untuk memfokuskan penanganan secara komprehensif terhadap akar masalah Papua, menyusul kondisi keamanan yang dikhawatirkan masih rentan, khususnya di wilayah Pegunungan Tengah dan Papua Barat. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Filep Wamafma, menyatakan bahwa langkah pemerintah saat ini belum menyentuh substansi dasar konflik yang berkepanjangan.

Filep Wamafma, yang juga menjabat sebagai Sekretaris MPR for Papua, mengapresiasi berbagai upaya pembangunan ekonomi dan kebijakan afirmasi seperti pembentukan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP). Namun, ia menegaskan bahwa fokus pada aspek ekonomi belum mampu menghentikan jatuhnya korban dari kalangan sipil hingga aparat keamanan.

“Situasi saat ini masih banyak korban berjatuhan baik dari warga sipil, aparat keamanan (TNI-Polri), tenaga pendidik, maupun kesehatan. Jadi menurut saya selaku senator Papua Barat, dari masa pemerintahan reformasi hingga saat ini belum ada formula penyelesaian yang konkret,” ujar Filep. melalui keterangan tertulis, Sabtu, 1 November 2025.

Salah satu indikator bahwa akar masalah belum terselesaikan adalah lambatnya realisasi keadilan hukum terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua. Filep menyoroti kasus pelanggaran HAM Berat yang rekomendasinya telah disampaikan oleh Komnas HAM kepada Kejaksaan Agung.

“Bagaimana realisasinya? Ini yang kita tunggu wujud nyatanya, harus memberikan rasa keadilan,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah untuk segera mengevaluasi kebijakan dan membuka ruang dialog yang lebih spesifik untuk membahas isu HAM dan disintegrasi bangsa. Filep juga menggarisbawahi pentingnya menggunakan hasil riset dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai acuan dalam merumuskan solusi konflik.

Menurut Filep, jika masalah mendasar tidak diselesaikan, wilayah Papua akan terus berada dalam “zona tidak nyaman” yang menghambat pembicaraan serius mengenai kesejahteraan.

Mencontoh keberanian Presiden dalam menangani konflik internasional, Filep berharap Presiden saat ini dapat segera menunjukkan aksi konkret di Papua. Ia berharap lembaga yang telah dibentuk, seperti komite terkait Otsus, dapat berperan aktif sebagai jembatan bagi pihak-pihak yang berkonflik.

“Jika keamanan terganggu, bagaimana bicara soal kesejahteraan,” tutupnya, menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah penyelesaian konflik yang berakar dari ketidakadilan historis.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim PERSEJASI Mimika Bawah Nama Papua di Liga Nasional Yang Digelar Oktober 2026 

6 September 2026 - 14:12 WIB

20260904

Batu di Badan Jalan Berujung Kecelakaan Tunggal di Pasar Lama Timika

6 September 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260906 WA0000

Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Aktivitas Sejumlah Gunung Api Terus Dipantau

6 September 2026 - 11:32 WIB

6a9c1de50d696

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248
Trending di Headline